
Ilustrasi orang self talk (pikisuperstar/freepik.com)
JawaPos.com - Saat ini, kamu mungkin sedang mendengarkan suara dalam dirimu, komentator kecil di kepala yang terus berbicara. Suara itu bisa menjadi pendukung yang meningkatkan kepercayaan diri, memberikan instruksi, dan meningkatkan kinerja, atau malah suara kritis yang merusak kesuksesan dengan komentar negatif.
Berbagai penelitian, termasuk eksperimen terbaru oleh Antonis Hatzigeorgiadis dari Universitas Thessaly, menunjukkan bahwa monolog batin ini bisa memengaruhi perilaku kita, baik positif maupun negatif. Melansir psychcentral.com, berikut berbagai tips meningkatkan self talk supaya hidup menjadi lebih bahagia menurut psikologi yang tepat.
1. Dengarkan secara kritis kritik batinmu
Dalam situasi yang penuh tekanan, self-talk biasanya menjadi tidak henti-hentinya dan penuh kritik, kata Ethan Kross, PhD, direktur Laboratorium Emosi & Pengendalian Diri di Universitas Michigan. Dibandingkan berpikir secara rasional dan logis, suara hati kita dipengaruhi oleh emosi yang memengaruhi segala hal, mulai dari cara kita berbicara kepada diri sendiri hingga perilaku, keyakinan, sikap, dan kebiasaan kita.
Maka dari itu, langkah pertama adalah mendengarkan dengan cermat apa yang kamu katakan pada diri sendiri dan bagaimana caramu mengatakannya. Ketika suara hatimu mulai dipenuhi kata-kata merendahkan dan mengecilkan hati, berhenti sejenak guna mempertimbangkan bagaimana kamu bisa mengubahnya.
2. Ciptakan jarak psikologis dari diri sendiri
Pernah merasa semakin stres saat mencoba mencari tahu kenapa kamu lagi down? Ternyata, cara kita bicara pada diri sendiri itu penting banget. Kalau kamu sering nanya, 'Mengapa aku seperti ini?', bisa jadi kamu malah membuat diri sendiri semakin terpuruk.
Psikolog memgatakan agar mencoba mengganti perkataan tersebutm Misalnya, 'Mengapa si Andi sedang stres ya?' atau 'Mengapa orang biasanya stres ketika dalam keadaan ini?'. Dengan cara ini, kita seperti melihat diri sendiri dari luar. Sehingga, kita bisa lebih tenang dan tidak terlalu terbawa perasaan.
Menurut penelitian, cara pandang ini bisa mengubah cara kita dalam menghadapi masalah. Daripada merasa terancam, kita malah jadi lebih penasaran dan siap untuk menyelesaikan masalahnya.
3. Sesuaikan perkataanmu dengan tujuanmu
Dialog internal atau self-talk memainkan peran penting guna mempengaruhi perilaku dan kinerja kita. Penelitian oleh Hatzigeorgiadis menunjukkan bahwa efektivitas self-talk bergantung pada tujuan yang ingin dicapai. Self-talk instruksional yang memberikan petunjuk spesifik seperti luruskan punggung atau ayunkan kaki lebih lebar, membantu meningkatkan keterampilan dan teknik.
Sementara itu, self-talk motivasional, seperti "Kamu pasti bisa" atau "Teruslah berusaha", meningkatkan kepercayaan diri dan ketahanan mental. Dengan memahami jenis self-talk yang tepat, maka kita dapat memaksimalkan potensi dan mencapai tujuan yang lebih tinggi.
4. Perlakukan dirimu sebagai teman

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
18 Oleh-Oleh Khas Tulungagung Ini Wajib Dibeli Jika Berkunjung, dari Kuliner hingga Kerajinan Tradisional
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
