
Ilustrasi 8 perilaku yang umumnya tidak sengaja membuat orang tidak disukai di media sosial. (freepik)
JawaPos.com - Social media burnout merupakan saat kita menjadi begitu asyik dengan keterlibatan media sosial sehingga mengganggu kehidupan dunia nyata, aktivitas pribadi, dan bisnis serta membuat kita kelelahan secara emosional.
Dilansir laman later.com,Burnout adalah kondisi kelelahan emosional, mental, dan seringkali fisik yang disebabkan oleh stres yang berkepanjangan dan berulang.
Dilansir laman siloamhospitals.com, Social media burnout paling sering dialami oleh orang yang pekerjaannya melibatkan penggunaan media sosial seperti community manager, brand manager, kreator konten, admin media sosial, dan sebagainya.
Hal ini juga dapat dialami oleh siapa saja yang terlalu banyak menggunakan media sosial. Berikut beberapa tanda-tanda social media bornout.
1. Ketidakeseimbangan kehidupan kerja dan kehidupan pribadi
Untuk yang melakukan pekerjaannya lekat dengan media sosial, apakah kamu membawa pekerjaanmu ke rumah Atau kamu merasa perlu selalu terhubung Jika ya, pikiran seperti ini dapat meningkatkan jumlah stres dan menyebabkan burnout.
Tidak memiliki keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan menciptakan kebiasaan terburu-buru untuk menyelesaikan dan kurang fokus saat bekerja. Jika kamu merencanakan segalanya dengan benar, antara keseimbangan kerja dan kehidupan akan memiliki batasan yang jelas.
Jika satu atau lebih dari gejala ini kamu alami, ada kemungkinan bahwa kamu sedang mengalami social media burnout. Ini juga menjadi indikasi bahwa kamu perlu menyisihkan waktu setiap hari untuk keluar dari media sosial.
2. Merasakan berbagai masalah fisik
Penggunaan perangkat teknologi bisa memicu berbagai penyakit fisik. Beberapa gejalanya adalah: Merasa tidak fit karena berada di belakang komputer sepanjang hari, jari-jari terus merasa sakit karena mengoperasikan smartphone, mengalami carpal tunnel karena terlalu banyak menggunakan mouse.
Untuk mengatasi masalah ini, tentu saja kamu perlu menghindari media sosial selama beberapa saat. Namun, jika pekerjaanmu tidak bisa lepas dari media sosial, cobalah untuk membuat jeda di sela-sela waktu kerja untuk melakukan stretching dan berjalan-jalan ringan.
Juga, saat sedang beristirahat atau sudah selesai bekerja, cobalah untuk tidak melihat email, membalas pesan kerja, atau mengerjakan proyek.
3. Lebih dekat dengan lingkaran pertemanan di media sosial daripada kehidupan nyata
Platform media sosial adalah cara yang bagus untuk memperluas jaringan pribadi dan profesional. Bahkan, hubungan yang diawali di media sosial dapat berkembang menjadi hubungan kehidupan nyata yang bermakna.
Namun, jangan sampai kamu menganggap hubungan di media sosial lebih kuat daripada hubungan di dunia nyata. Apakah semakin lama kamu merasa lebih dekat dengan teman di media sosial daripada dengan keluarga dan teman kehidupan nyata? Jika ya, artinya kamu lebih peduli tentang lingkaran media sosial daripada tentang keluarga dan teman di kehidupan nyata

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
