
Ilustrasi 5 ciri orang dewasa yang cepat pulih dari patah hati
JawaPos.com - Putus cinta, perpisahan, atau perceraian adalah beberapa pengalaman yang terasa pahit dan menyedihkan sehingga dapat diringkas dengan satu kata yaitu kesedihan. Ketika cinta berakhir, dunia terasa runtuh bersama dengan mimpi, harapan, dan hati.
Hal ini dapat membuat kita kehilangan perspektif tentang cara bertahan hidup. Kita langsung masuk ke mode melawan atau lari dan belajar untuk bertahan hidup melalui semacam rasa sakit yang mungkin terjadi.
Ini dapat berlaku untuk orang yang masih muda atau sudah lama tidak mengalami patah hati seperti itu. Dilansir dari Your Tango, terdapat 5 ciri orang dewasa yang cepat pulih dari patah hati.
1. Tidak berkencan di tiga bulan pertama
Jika sebagian orang mungkin tidak sanggup berkencan lagi, sebagian yang lain justru langsung terjerumus ke dalam hubungan yang serius. Bukan hal yang aneh untuk berpikir bahwa perhatian dari seseorang yang baru dapat mengalihkan dari rasa patah hati.
Mereka berasumsi bahwa diinginkan oleh orang asing akan membantu mereka tidak merasa ditolak oleh orang yang masih dicintai. Namun, langsung berkencan juga memiliki sisi buruk, seperti bisa jadi kita kembali memilih orang yang salah.
Untuk itu, buatlah aturan untuk tidak berkencan atau terlibat dengan seseorang secara aktif selama tiga bulan penuh. Ini akan membantumu untuk dapat memperoleh perspektif, penyelesaian, dan penyembuhan sehingga kita lebih siap dan memilih orang yang tepat.
2. Sangat memperhatikan kesehatan
Penting unutk menjaga kesehatan fisik selama putus cinta. Tubuh sudah berada jauh di bawah tekanan dan melakukan berbagai hal, untuk itu tidak perlu lagi menambah beban dengan tidak menjaga kesehatan.
Cobalah untuk menjaga pola makan agar tetap teratur. Penelitian yang dipublikasikan di Minerva Endocrinologica Journal menunjukkan bagaimana makan berlebihan dapat membebani sistem pencernaan.
Ditambah lagi, pola makan yang penuh kalori kosong biasanya merusak tingkat energi dan emosi kita. Jaga pola makan agar tetap bersih dan minumlah banyak teh.
3. Tidak mengisolasi diri
Meskipun berdiam dalam kepompong kesedihan dan selimut mungkin tampak lebih sesuai dengan keinginan mereka daripada bersosialisasi, hal ini tentu tidak akan mengeluarkan diri dari depresi. Saat kita melibatkan diri dalam kegiatan orang lain, kita tidak hanya diminta untuk bertanggung jawab.
Tetapi kita juga diingatkan bahwa hidup terus berjalan. Mudah untuk berfokus pada diri sendiri dalam penderitaan yang dialami. Meskipun penting untuk meluangkan waktu sendiri untuk menyembuhkan diri, kita tidak dapat melupakan pentingnya orang lain di dunia kita.
Dengan tetap aktif secara sosial, kita dapat mengalihkan perhatian kita dari penderitaan dan patah hati yang dialami. Kita dapat belajar untuk menikmati hidup lagi dan membiarkan diri kembali terbuka terhadap peluang dan dukungan baru.

16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Persebaya Surabaya Dikabarkan Rekrut 2 Striker dan 2 Bek Baru, Ada Punggawa Tim Nasional
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
Pemerintah Cabut Izin 2.231 Pengecer dan Distributor Pupuk Subsidi yang Rugikan Petani
Jadwal Shalat Idul Adha 2026 di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Kota Besar Lainnya
Abu Janda Dilaporkan ke Polisi Oleh Ikatan Keluarga Minang Hari Ini, Buntut Sebut Sumbar 'Barbar' dan Intoleran
Dulu Antreannya Mengular dan Jadi Buah Bibir Media Sosial, Kini Terlihat Lengang: Mengulik 5 Tempat Makan yang Sempat Viral Lalu Sepi Pengunjung
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
Orang yang Semakin Cantik Secara Fisik Seiring Bertambahnya Usia Biasanya Mengadopsi 6 Kebiasaan Sehari-hari Ini Menurut Psikologi
