Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 12 Desember 2024 | 20.59 WIB

Orang yang Selalu Jadi Ratu Drama Kemanapun Ia Pergi, Sering Menunjukkan 9 Kebiasaan Ini dalam Hidupnya

Ilustrasi seorang ratu drama. - Image

Ilustrasi seorang ratu drama.

JawaPos.com - Menjadi ratu drama di setiap situasi hidup biasanya terlihat ribet, melelahkan, dan juga membuat orang lain merasa risih. Entah apapun itu alasan mereka untuk berlaku seperti itu, tapi sepertinya sudah melekat dan sulit diubah.

Dikutip dari laman Harley Therapy Platform, orang yang selalu menjadi ratu drama akan membunuh keintiman dalam sebuah hubungan, baik itu dengan keluarga, pasangan, teman, atau pun rekan kerja.

Mereka disekelilingnyapun akan merasa tidak nyaman, takut berinteraksi dengan si ratu drama ini, serta tidak menganggap keberadaannya dengan serius.

Dilansir dari laman Small Business Bonfire pada (12/12) orang yang selalu jadi ratu drama kemanapun ia pergi, sering menunjukkan 9 kebiasaan ini dalam hidupnya :

1. Selalu berada di tengah-tengah keributan

Magnet drama memiliki kemampuan untuk secara konsisten menemukan diri mereka di tengah-tengah keributan apapun, mereka mempunyai kemampuan luar biasa untuk berada di tempat dan waktu yang benar atau salah.

Selain itu, orang yang selalu jadi ratu drama sering kali menunjukkan kebutuhan yang kuat akan perhatian dan pengakuan. Nafsu keinginan ini membawa mereka ke dalam situasi penuh dengan konflik dan ketidakpastian.

2. Terlalu memikirkan setiap detail

Mereka sering menganalisis setiap situasi, kata, dan tindakan. Dia akan membedah setiap percakapan yang dilakukan, mencoba menemukan makna tersembunyi, atau motif tersembunyi yang sebenarnya tidak ada.

Kalimat sederhana “Apa kabar?” bisa berubah menjadi sebuah penyelidikan. Pemikirannya yang berlebihan sering kali menimbulkan kesalahpahaman, kemudian berkembang menjadi drama yang tidak perlu.

Berpikir berlebihan tidak hanya menimbulkan stres tetapi juga dapat menimbulkan masalah yang sebenarnya tidak ada.

3. Terus-menerus berlaku sebagai korban

Mereka mempunyai kecenderungan untuk selalu menganggap dirinya sebagai korban dalam setiap situasi. Pengorbanan diri yang terus-menerus ini tidak hanya menambah bahan bakar ke dalam drama tetapi juga menghalangi kemampuan untuk mengambil tanggung jawab atas tindakan mereka.

Menurut penelitian, orang yang sering berperan sebagai korban cenderung memiliki sifat narsis lebih tinggi. Pola perilaku ini sering kali mengarah pada peningkatan kemungkinan konflik dan tentunya lebih banyak drama.

4. Menyebarkan energi negatif

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore