Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 2 Desember 2024 | 14.57 WIB

Pengunjung di Joli Jolan Bisa Barter ataupun Berdonasi, Mulai Pakaian, Panci, sampai Kulkas

MAKSIMAL TIGA BARANG: Barter, donasi, ataupun mengambil barang di Joli Jolan dibatasi paling banyak tiga item. Mulai pakaian, tas, buku, mainan, hingga banyak lainnya. (DOKUMENTASI JOLI JOLAN) - Image

MAKSIMAL TIGA BARANG: Barter, donasi, ataupun mengambil barang di Joli Jolan dibatasi paling banyak tiga item. Mulai pakaian, tas, buku, mainan, hingga banyak lainnya. (DOKUMENTASI JOLI JOLAN)

RUMAH pinjaman di Jalan Siwalan, Laweyan, Surakarta, berubah jadi pasar setiap Sabtu siang. Bukan untuk transaksi jual beli, melainkan ruang berbagi, berdonasi, dan bertukar.

”Kami ingin mengurangi konsumerisme dengan hal sederhana seperti berbagi dan mendorong warga untuk berdaya lewat ruang solidaritas Joli Jolan ini,” ujar salah seorang inisiator Joli Jolan Chrisna saat dihubungi dari Surabaya pada Jumat (29/11).

Sebagaimana filosofi nama Joli Jolan dari istilah Jawa ijol-ijolan yang bermakna tukar-menukar, pengunjung dapat menukarkan barang yang dimiliki dengan barang lain yang ada di displai. Hanya ingin mendonasikan atau mengambil barang tanpa menukarnya dengan barang lain juga diperbolehkan.

”Sistemnya hanya boleh mengambil maksimal 3 barang secara gratis. Barter pun kami batasi 3 barang. Misal, bawa 3 pakaian, ya tukarnya 3 barang. Nggak bisa bawa satu karung minta tukar satu karung,” jelasnya.

Pengunjung yang sudah datang di hari itu juga baru boleh datang kembali paling cepat dua pekan. Sebab, dikhawatirkan pengunjung mengambil bukan karena kebutuhan, tapi keinginan.

ANIMO TINGGI: Dimulai sejak 2019, acara rutin Joli Jolan tiap Sabtu dikunjungi hingga 100 orang yang berpartisipasi. (DOKUMENTASI JOLI JOLAN)

Mayoritas menukar pakaian. Tas dan sepatu juga banyak dicari. Pada dasarnya, semua barang boleh ditukar dan didonasikan selama masih layak pakai dan berfungsi baik. ”Kami pernah dapat barang-barang random seperti panci, ember, antena TV, bahkan ada yang donasi printer sampai kulkas,” bebernya. Untuk barang yang bernilai tinggi, akan dikonsep lelang. Hasil penjualannya diputar kembali untuk biaya operasional.

Donasi barang berdatangan tak hanya di lingkup Solo Raya, tapi dari seluruh Indonesia. Kini Joli Jolan menghadapi tantangan baru. Yakni, mendistribusikan barang donasi kepada warga supaya tidak menumpuk. ”Kami membangun jaringan dengan warga di luar Solo untuk membuat gerakan serupa atau ikut mendistribusikan baju kepada warga yang butuh,” lanjutnya.

Lima tahun berdiri, Joli Jolan cukup berdampak bagi warga sekitar. ”Kami tidak mau diidentikkan dengan gerakan charity. Target kami semua kalangan supaya tujuan mengurangi konsumerisme bisa tercapai,” harapnya.

Kini sudah ada 31 relawan Joli Jolan dengan background profesi beragam. Mulai pelajar SMP, mahasiswa, aktivis, konsultan, sampai YouTuber. Chrisna sendiri seorang wartawan yang pada 2019 merasa jenuh dengan rutinitas kerja.

ANIMO TINGGI: Sejak 2019, acara rutin Joli Jolan tiap Sabtu dikunjungi hingga 100 orang. Joli Jolan berharap gagasan serupa dapat berkembang ke wilayah lain. (DOKUMENTASI JOLI JOLAN)

”Dari situ saya mulai mendapatkan ide untuk membentuk sebuah ruang atau gerakan sederhana barter barang terinspirasi dari Skoros Yunani. Saya tuliskan ide itu di media sosial, ternyata banyak respons, termasuk dua inisiator lain, Mbak Septi dan Mbak Lala,” ceritanya.

Chrisna berharap gagasan Joli Jolan dapat berkembang ke wilayah lain. ”Banyak yang minta Joli Jolan di kota lain. Kami selalu tekankan silakan buka di wilayah teman-teman, silakan tiru idenya, gunakan nama dengan lokalitas sendiri, mari bersolidaritas,” ujarnya.

Tak hanya bertukar barang, Joli Jolan juga membuka lapak bank pangan untuk warga berdonasi makanan layak konsumsi, antara lain, nasi bungkus, roti, minuman, hingga sayuran. ”Yang mengambil nanti juga warga. Kalau tidak ada yang donasi makanan, kami ambil dari kas untuk beli di warung pedagang kaki lima dan dibagikan gratis,” ujar Chrisna. (lai/c6/nor)

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore