
Ilustrasi hidangan belut gaya Jepang. (Freepik)
JawaPos.com – Masakan belut belum banyak ditemui di Indonesia karena kurangnya akses untuk mendapatkan dagingnya yang masih segar.
Sehingga produk belut yang paling mudah ditemui saat ini adalah keripik belut atau belut goreng yang berbahan dasar belut air tawar. Akan tetapi, di negara-negara Asia Timur, masakan belut laut sangat mudah ditemukan dan sering dibudidayakan.
Dilansir dari Nutrition Advance, belut yang memiliki tubuh seperti ular ini dapat tumbuh hingga beberapa meter panjangnya.
Di negara-negara di barat, dulunya belut merupakan bahan makanan yang murah karena kuotanya yang besar dan sangat bernutrisi.
Walaupun begitu, sekarang jumlah belut berkurang sehingga harganya pun melejit. Terdata jumlah pembudidaya belut menurun sebanyak 5 persen per tahunnya selama 50 tahun terakhir.
Belut terbagi menjadi dua macam. Yaitu belut air tawar (disebut unagi dalam masakan Jepang) dan belut air laut (disebut anago dalam masakan Jepang).
Kali ini kita akan membahas belut air tawar yang lebih mudah didapatkan dan yang paling populer.
Dalam 100 gram belut terdapat 236 kilo kalori yang memenuhi 12 persen kebutuhan per hari. Belut kaya akan lemak, yakni 15 gram atau 23 persen kebutuhan per hari.
Terdapat 838 mg Omega 3 dan 251 mg Omega 6 pada 100 gram belut. Lalu terdapat 23,7 gram protein, yang juga memenuhi 47 persen kebutuhan per hari. Belut kaya akan vitamin A, B12, D, E, niacin, thiamin, kolin, asam pantothenic, dan nutrisi lain.
Belut juga kaya akan mineral fosfor, zinc, selenium, potasium, magnesium, zat besi, dan zat lain.
Dalam 100 gram belut terdapat kandungan vitamin A dan B12 yang sangat tinggi hingga melebihi angka 100 persen kebutuhan per harinya. Karena itu, belut sangat bagus untuk kesehatan mata, produksi energi, hingga fungsi imun.
Vitamin D pada 100 gram belut dapat memenuhi separuh kebutuhan vitamin D per harinya. Vitamin ini bangun untuk kesehatan imun dan tulang.
Dilansir dari Vinmec, belut juga dapat menyembuhkan anemia, hepatitis, rheumatism, sakit pada sendi, dan sejumlah penyakit lain.
Ikan-ikan laut cenderung dikhawatirkan oleh orang-orang karena kandungan merkurinya yang cukup tinggi karena kontaminasi besi. Untungnya, belut telah terbukti memiliki tingkat kadar merkuri paling sedikit di antara ikan-ikan laut lainnya.
American Pregnancy Association, Environmental Defense Fund, dan National Resources Defense Council telah mendaftarkan belut sebagai ikan dengan kadar merkuri rendah.

11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
