
Ilustrasi 7 makanan yang cocok untuk berbuka puasa saat intermittent fasting.
JawaPos.com - Intermittent Fasting (IF) atau puasa berselang adalah jenis siklus makan yang mencakup fase makan dan puasa bergantian, yang lebih berfokus pada kapan makan daripada apa yang dimakan. Diet ini tidak perlu memperhatikan apa yang dimakan dan seberapa banyak.
Puasa berselang terbagi menjadi dua bagian, yaitu jendela puasa dan jendela makan. Meskipun kalian memastikan untuk makan atau tidak makan selama periode tersebut, transisi dari satu jendela ke jendela lain seringkali menjadi tantangan.
Jenis puasa berselang yang umum adalah metode 16-8, di mana orang berpuasa selama 16 jam dan makan selama 8 jam, atau pendekatan 5:2, di mana asupan kalori yang diminimalkan dilakukan dalam dua hari setiap minggu.
Dalam jurnal yang diterbitkan dalam Canadian Medical Association Journal, secara umum, pola ini diyakini memungkinkan pengendalian berat badan secara umum, mencegah diabetes, dan meningkatkan penyembuhan diri.
Selama periode puasa, orang hanya dapat mengonsumsi minuman non kalori seperti air putih, kopi hitam, teh herbal, dan air soda biasa untuk tetap terhidrasi dan menahan rasa lapar. Alternatif ini memungkinkan tidak adanya asupan kalori, sehingga kondisi puasa tetap terjaga.
Saat harus membatalkan puasa, mengonsumsi makanan yang tepat dalam jumlah yang pas sangatlah penting. Mengonsumsi karbohidrat yang digoreng atau tidak sehat seringkali dapat memberikan efek yang kontraproduktif terhadap perjalanan penurunan berat badan.
Dilansir dari Health Shots, inilah 7 makanan yang cocok untuk berbuka puasa saat intermittent fasting.
1. Alpukat
Alpukat mengandung lemak dan serat yang sehat. Buah ini dapat membuat banyak orang merasa kenyang lebih lama dan mencegah konsumsi makanan berlebih.
Alpukat juga membantu mengendalikan kadar gula darah. Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Nutrients menyatakan bahwa mengonsumsi alpukat secara rutin terbukti dapat mengurangi kenaikan berat badan pada orang dewasa.
Kalian dapat memasukkannya ke dalam diet dalam bentuk roti panggang alpukat, atau guacamole, yang merupakan saus serbaguna yang dapat dinikmati dengan sayuran atau digunakan sebagai topping untuk salad atau bahkan smoothie alpukat.
2. Telur
Memutuskan jendela puasa intermiten dengan telur adalah cara yang bagus untuk memulai periode makan. Telur adalah makanan yang kaya protein dan dapat membantu kalian merasa kenyang dan puas, sehingga mencegah makan berlebihan.
Telur juga dikenal rendah kalori dan membantu tubuh mengisi kembali jaringan yang hilang. Telur mampu meningkatkan rasa kenyang, sehingga mengurangi kemungkinan asupan makanan berlebihan.
Telur membantu menurunkan berat badan karena meningkatkan sintesis protein otot dan menurunkan massa lemak. Kalian dapat memulai jendela makan dengan telur orak-arik dengan sayuran seperti bayam atau paprika atau membuat telur rebus dan telur dadar.

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
9 Rekomendasi Mall Terbaik di Sidoarjo untuk Belanja, Kuliner, dan Tempat Nongkrong Bersama Keluarga
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal Moto3 Prancis 2026! Start Posisi 6, Veda Ega Pratama Buka Peluang Podium di Moto3 Prancis 2026
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
