Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 21 November 2024 | 19.07 WIB

Perempuan yang Kehilangan Kontak dengan Temannya Setelah Punya Anak, Sering Menunjukkan 7 Perilaku Halus Ini

Ilustrasi perempuan setelah punya anak.(Unsplash.com/JonathanBorba) - Image

Ilustrasi perempuan setelah punya anak.(Unsplash.com/JonathanBorba)

JawaPos.com - Setiap menjalani fase kehidupan yang berbeda, akan ada orang yang meninggalkan atau kita sendiri yang menarik diri dari mereka. Tapi hal itu sangat wajar terjadi. Misalnya saat kehilangan kontak dengan teman setelah berkeluarga.

Megutip dari laman Marriage, sebagaimana pernikahan adalah babak kehidupan baru bagi setiap orang khususnya para perempuan, ia akan punya anak lalu mengurusnya dengan baik, belum lagi harus berbakti pada suami dalam segala hal.

Oleh karenanya, waktu ngopi, nongkrong, ngobrol, dan menghabiskan waktu dengan teman akan berkurang bahkan sudah tidak sempat lagi untuk itu. Sehingga ada beberapa hal yang harus dikorbankan.

Melansir dari laman Ge Editing pada (21/11), perempuan yang kehilangan kontak dengan temannya setelah punya anak, sering menunjukkan 7 perilaku halus ini :

1. Memprioritaskan waktu bersama keluarga

Pergeseran besar terjadi ketika perempuan mempunyai anak. Prioritas mereka sering berubah, dan waktu bersama keluarga menjadi hal yang terpenting. Ini bukanlah keputusan sadar untuk menjauhkan teman, tapi ingin menghabiskan setiap momen bersama bayi mereka yang baru lahir.

Tindakan menyeimbangkan antara keluarga dan teman bisa jadi rumit. Perempuan sering kali mendapati diri harus memilih antara kencan minum kopi bersama teman atau momen berharga bersama anak. Seringkali, anaklah yang menang.

2. Kurang spontan

Begitu anak lahir, spontanitas yang menentukan kehidupan sosial menjadi tidak penting lagi. Bukan tidak ingin bertemu dengan teman, hanya saja perlu rencana dan banyak perlengkapan yang harus dipersiapkan ketika membawa bayi keluar.

Itu hal yang tidak mudah dilakukan oleh para ibu, mungkin itu bisa dilakukan sewaktu ia single. Spontanitas sering kali tergantikan dengan perencanaan yang matang dan rutinitas berbeda ketika ada si kecil.

3. Mengubah topik pembicaraan

Seorang bayi membawa dunia pengalaman dan tantangan baru. Tiba-tiba, ada banyak sekali merek popok, jadwal tidur, dan kunjungan dokter anak untuk dinavigasi.

Akibatnya, topik pembicaraan sering kali berubah drastis. Perempuan yang pernah mengetahui tren mode terkini atau perdebatan politik mungkin tiba-tiba mendapati diri mereka hanya membicarakan tentang pencapaian anak atau hal baru tentang bayi. 

Menurut sebuah penelitian, ibu baru cenderung lebih banyak membicarakan anaknya dibandingkan topik lainnya. Hal ini kadang-kadang dapat membuat teman-teman merasa terputus atau tersingkir, terutama jika mereka sendiri belum menjadi orang tua.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore