Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 19 November 2024 | 21.32 WIB

Tanda Orang Sulit Melupakan Ingatan atau Pengalaman Menyakitkan: 8 Kebiasaan yang jadi Indikator Adanya Trauma Mendalam

Ilustrasi orang dengan trauma mendalam. (Freepik) - Image

Ilustrasi orang dengan trauma mendalam. (Freepik)

JawaPos.com – Mengalami ingatan atau pengalaman menyakitkan yang mendalam sering kali meninggalkan dampak yang sulit diabaikan. Trauma tersebut tidak hanya mempengaruhi emosi, tetapi juga pola pikir, hubungan, hingga kondisi fisik seseorang.

Banyak yang berjuang untuk melupakan masa lalu. Namun tanpa disadari, kebiasaan-kebiasaan tertentu justru menunjukkan bahwa luka tersebut masih membekas.

Dengan memahami tanda-tanda ini, kita dapat lebih mengenali dampak trauma dan pentingnya mencari cara untuk pulih. Melansir Baseline, berikut adalah delapan kebiasaan yang menjadi indikator adanya trauma mendalam.

1) Mengulang kejadian di masa lalu

Orang yang mengalami trauma sering kali secara tidak sadar memutar kembali kejadian menyakitkan di benaknya.

Mereka memikirkan apa yang seharusnya dilakukan atau bagaimana situasinya bisa berbeda. Kebiasaan ini dapat memicu rasa bersalah atau penyesalan yang berkepanjangan.

2) Menghindari pemicu

Trauma membuat seseorang sangat peka terhadap situasi atau hal-hal yang mengingatkan mereka pada pengalaman menyakitkan. Mereka mungkin menghindari tempat, orang, atau aktivitas tertentu yang menjadi pemicu ingatan tersebut.

3) Sulit membentuk hubungan baru

Trauma dapat mempengaruhi kemampuan seseorang untuk mempercayai orang lain. Akibatnya, mereka merasa sulit membuka diri atau membangun hubungan emosional yang sehat, terutama jika trauma tersebut terkait dengan pengkhianatan atau kehilangan.

4) Gangguan tidur

Mimpi buruk, sulit tidur, atau sering terbangun di tengah malam adalah tanda umum dari trauma mendalam. Pikiran yang terus-menerus memikirkan masa lalu dapat mengganggu pola tidur dan menyebabkan kelelahan kronis.

5) Reaksi emosional yang berlebihan

Trauma sering kali membuat seseorang lebih mudah tersinggung atau merasa cemas secara berlebihan. Situasi kecil yang seharusnya tidak terlalu mengganggu dapat memicu reaksi emosional yang intens.

6) Overthinking

Editor: Bayu Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore