Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 18 November 2024 | 23.32 WIB

5 Frasa yang Terdengar Penuh Perhatian, Tetapi Sebenarnya Merupakan Tanda Halus dari Gaslighting

Ilustrasi gaslighting. (Freepik)

 

JawaPos.com - Gaslighting adalah bentuk manipulasi terselubung yang membuat seseorang mempertanyakan persepsi mereka tentang realitas. Hal ini sering kali menyamar sebagai perhatian yang tulus, sehingga membuatnya semakin berbahaya.

Lihat, daya tariknya ada pada kehalusannya. Gaslighters tidak langsung menunjukkan sifat aslinya. Sebaliknya, mereka menggunakan frasa yang tampaknya peduli untuk menabur benih keraguan dalam pikiran Anda.

Sekarang, saya tidak mengatakan bahwa setiap kata yang manis adalah tanda bahaya. Tetapi sangat penting untuk mengenali kapan kata-kata yang penuh perhatian menyembunyikan maksud manipulatif.

Dikutip dari hackspirit pada Senin (18/11), berikut 5 frasa yang di permukaan terdengar penuh kasih sayang, tetapi bisa jadi merupakan tanda halus untuk melakukan gaslighting.

1) Saya hanya mengatakan ini demi kebaikan Anda

Dalam hal gaslighting, kamuflase adalah senjata utama. Salah satu frasa yang paling umum digunakan oleh pelaku gaslighting adalah, “Saya hanya mengatakan ini untuk kebaikan Anda.”

Di permukaan, frasa ini tampak penuh perhatian dan protektif. Hal ini menunjukkan bahwa si pembicara memiliki kepentingan terbaik untuk Anda. Tapi jangan biarkan hal itu membodohi Anda.

Di balik kata-kata yang tampaknya baik ini, tersembunyi upaya halus untuk mengendalikan. Ungkapan ini biasanya diikuti dengan kritik atau saran yang merongrong kepercayaan diri dan otonomi Anda. Hal ini membuat Anda mempertanyakan penilaian Anda sendiri, mendorong Anda untuk lebih bergantung pada sudut pandang pemberi saran.

Ungkapan ini bisa sangat merusak, karena sering kali disampaikan oleh seseorang yang dekat dengan Anda. Penting untuk diingat bahwa kritik yang membangun seharusnya memberdayakan Anda, bukan membuat Anda merasa tidak mampu atau bergantung pada pendapat orang lain.

2) Anda terlalu sensitif

Ini adalah ungkapan yang sangat dekat dengan saya. Saya ingat ketika teman saya sering meremehkan perasaan saya dengan mengatakan, “Kamu terlalu sensitif.”

Awalnya, saya mengabaikannya. Namun seiring berjalannya waktu, saya menyadari bahwa itu adalah cara untuk mematahkan perasaan dan pengalaman saya. Seolah-olah reaksi saya berlebihan, dan sayalah yang salah karena merasa kesal atau terluka.

Ungkapan ini adalah contoh klasik dari gaslighting. Hal ini tidak kentara, tetapi secara bertahap mengikis harga diri Anda, membuat Anda mempertanyakan respons emosional Anda. Hal ini mendorong keraguan diri dan membuat Anda merasa bersalah karena memiliki emosi yang valid.

Editor: Kuswandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore