
Ilustrasi dream catcher (Freepik)
JawaPos.com - Dream Catcher merupakan obyek berbentuk lingkaran dengan bahan pohon willow yang dibuat langsung oleh tangan manusia kemudian dibentuk menjadi jaring.
Dream Catcher dapat berupa bulu dan manik-manik, dan secara tradisional digantung pada ayunan sebagai bentuk pelindung dan perlindungan.
Melansir dari Cultural Elements berikut sejarah asal-usul terbentuknya Dream Catcher.
Sejarah dan Cerita rakyat penangkap mimpi
Penduduk asli Amerika memandang mimpi sebagai energi yang mengelilingi individu saat mereka tidur. Energi tersebut menghasilkan penglihatan pada orang tersebut dan biasanya disebut sebagai "mimpi baik" atau "mimpi buruk".
Jika mimpi ini memengaruhi seseorang, hasilnya dapat berdampak positif atau negatif pada kehidupan mereka.
Dua suku di Amerika Utara, Ojibwe (sebelumnya dikenal sebagai Chippewa) dan Lakota, membuat penangkap mimpi untuk mencegah mimpi buruk memengaruhi orang tersebut sambil menangkap mimpi baik dan menyalurkan energi itu ke dalam kehidupan orang tersebut.
Perangkat ini sering dibuat oleh para tetua perempuan di suku tersebut untuk mengendalikan energi yang mengelilingi anak-anak saat mereka tidur.
Penangkap mimpi terbuat dari bahan alami dan dimaksudkan untuk hancur kembali ke alam saat anak kecil beranjak dewasa.
Lingkaran bundar atau oval dibuat dengan membengkokkan sebatang pohon willow ke bentuk yang diinginkan.
Urat kemudian diikatkan ke tujuh atau delapan titik pada lingkaran dan direntangkan melintasi lingkaran dalam pola yang menyerupai jaring laba-laba dengan lubang di tengahnya.
Bulu diikatkan ke lingkaran sehingga menggantung di bawahnya. Kerang dan batu akan digunakan untuk menghias penangkap mimpi.
Legenda Ojibwe tentang Asibikaashi (Wanita Laba-laba)
Asibikaashi bertanggung jawab untuk menempatkan matahari di langit setiap pagi. Matahari mengirimkan energinya ke banyak orang di seluruh negeri. Namun, seiring dengan pertumbuhan suku dan penyebarannya di seluruh dunia, semakin sulit bagi Asibikaashi untuk menyalurkan energinya ke semua orang.
Dia meminta bantuan nenek, ibu, dan saudara perempuan suku untuk menenun lingkaran ajaib yang menangkap dan menahan energi mimpi. Mimpi buruk ditangkap dan ditahan oleh jaring penangkap mimpi sementara mimpi baik lolos melalui lubang tengah dan ke pemiliknya.

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
Persebaya Surabaya Cetak Prestasi! Masuk 8 Klub Indonesia Lolos Lisensi AFC Champions League Two Tanpa Syarat
10 Rekomendasi Bubur Ayam Paling Favorit di Surabaya, Terkenal Lezat dan Jadi Langganan Pecinta Kuliner Pagi
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
