
Ilustrasi seseorang yang kelelahan bekerja.
JawaPos.com – Bekerja dalam waktu yang lama di lingkungan kerja yang demanding atau menuntut dapat mempengaruhi kondisi emosional seseorang, bahkan mempersulit individu dalam mengontrol emosi dan perilaku mereka.
Hal ini diungkapkan dalam sebuah penelitian terbaru yang menunjukkan bahwa kelelahan akibat pekerjaan dapat mengakibatkan fenomena yang disebut ego depletion atau pengurangan ego.
Dalam artikel ini, Jawa Pos mengulas temuan para ilmuwan yang mengungkap bahwa kelelahan di tempat kerja dapat melemahkan kontrol emosi dan menurunkan daya tahan mental seseorang.
Apa Itu Ego Depletion dan Mengapa Penting?
Istilah ego depletion merujuk pada teori yang menyatakan bahwa kemauan atau daya tahan diri adalah sumber daya yang terbatas dan dapat habis.
Menurut teori ini, semakin sering seseorang menggunakan kemampuannya untuk menahan diri, mengendalikan emosi, atau membuat keputusan penting, semakin mudah ia merasa lelah secara mental. Kelelahan ini kemudian membuatnya sulit untuk mengatur perilaku dan berinteraksi dengan baik terhadap orang lain.
Dr. Erica Ordali, peneliti utama dari IMT School for Advanced Studies Lucca di Italia, menyarankan agar seseorang tidak terlibat dalam diskusi yang serius dengan pasangan atau rekan ketika merasa kelelahan mental.
“Jika Anda merasa lelah secara mental, lebih baik ambil waktu sejenak untuk beristirahat dan lakukan diskusi tersebut di lain waktu,” kata Ordali, dikutip dari The Guardian, Selasa (12/11).
Eksperimen dan Hasil Penelitian
Dalam penelitian yang dipublikasikan di jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences, tim peneliti melibatkan 44 partisipan yang diminta melakukan berbagai aktivitas berbasis komputer selama 45 menit.
Setengah dari partisipan diminta untuk menggunakan kontrol diri, misalnya tidak menunjukkan emosi ketika menonton video emosional, sementara separuh lainnya tidak diminta untuk menahan diri. Selama percobaan, partisipan mengenakan alat electroencephalogram (EEG) untuk mengukur aktivitas otak mereka.
Hasilnya, partisipan yang berusaha menahan emosi menunjukkan peningkatan gelombang delta pada prefrontal cortex—bagian otak yang terkait dengan pengambilan keputusan dan pengendalian impuls. Gelombang delta biasanya muncul saat tidur, sehingga peningkatan ini menunjukkan bahwa area tersebut ‘kehilangan energi’ setelah upaya kontrol diri yang intensif.
Selanjutnya, partisipan mengikuti permainan yang menguji kecenderungan mereka untuk bekerja sama atau bersaing. Dalam permainan ‘hawks and doves’, misalnya, mereka harus memilih apakah akan berbagi sumber daya atau bersikap kompetitif.
Menariknya, 86 persen dari kelompok yang tidak harus menahan diri memilih bekerja sama, sementara hanya 41 persen dari kelompok yang melakukan kontrol diri di awal yang memilih bersikap kooperatif. Ini menunjukkan bahwa kelelahan mental mendorong partisipan untuk lebih agresif.
Pengaruh Kelelahan di Tempat Kerja terhadap Perilaku

Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Media Jerman Pusing Lihat Ngerinya Performa Veda Ega Pratama di Sesi Practice Moto3 Hungaria 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Eksklusif! Perjuangan Nyo Daftar Player Escort Sejak 2024, Menangis Haru Dipeluk Nathan Tjoe-A-On di Timnas Indonesia
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
