
ilustrasi seseorang yang mendahulukan dirinya ketimbang anaknya/ Sumber foto: Freepik
JawaPos.com - Orang tua adalah panutan utama dalam kehidupan seorang anak, yang seharusnya mendukung, membimbing, dan memprioritaskan kebutuhan serta kebahagiaan anak.
Namun, ada kasus di mana beberapa orang tua lebih fokus pada kebutuhan dan keinginan mereka sendiri dibandingkan kebutuhan anak-anak mereka.
Fenomena ini sering disebut dengan "parentification" atau "toxic parenting" dan bisa menimbulkan dampak psikologis yang mendalam pada anak-anak yang tumbuh di lingkungan ini.
Dilansir dari Geediting pada Selasa (12/11), jika Anda merasa terhubung dengan sebagian besar dari sembilan perilaku di bawah ini, ada kemungkinan besar Anda pernah dibesarkan oleh orang tua yang cenderung menempatkan kepentingan diri mereka di atas kepentingan Anda. Berikut ini adalah sembilan perilaku tersebut:
1. Mereka Mengabaikan Perasaan dan Kebutuhan Anda
Orang tua yang terlalu fokus pada diri sendiri sering kali tidak peka terhadap perasaan dan kebutuhan anak.
Anda mungkin merasa diabaikan atau bahkan dianggap lemah ketika mengekspresikan emosi atau masalah pribadi.
Mereka mungkin cenderung berkata, "Jangan berlebihan" atau "Itu cuma masalah kecil," tanpa mempertimbangkan bagaimana hal tersebut memengaruhi Anda.
Orang tua yang mementingkan diri sendiri sering kali tidak memberikan dukungan emosional yang dibutuhkan.
Mereka mungkin mengabaikan perasaan Anda atau bahkan mengecilkan hati ketika Anda ingin membuka diri tentang masalah atau kekhawatiran Anda.
2. Ekspektasi Tinggi Tanpa Dukungan yang Memadai
Mereka mungkin memiliki harapan besar terhadap Anda, seperti pencapaian akademis, keberhasilan karier, atau prestasi di bidang tertentu, tetapi sering kali tanpa memberikan dukungan yang dibutuhkan.
Anda mungkin merasa ditekan untuk mencapai standar yang tinggi, namun tidak diberikan dukungan emosional atau instrumen untuk meraihnya.
Ketika Anda mengalami kegagalan atau merasa kesulitan, mereka lebih sering menyalahkan daripada memberikan dukungan.
Ini membuat anak merasa tidak cukup baik dan selalu kurang meski telah berusaha sekeras mungkin.

15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
Diperiksa 2 Jam soal Penyalahgunaan AI, Freya JKT48 Serahkan Bukti Akun Baru ke Polisi
Santriwati di Pekalongan Diklaim Keluarga Hamil Tanpa Berhubungan, Masa Iya?
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Gelombang Dukungan untuk Nicko Widjaja Menguat Usai Tuntutan 11 Tahun
17 Kuliner Gado-Gado Paling Laris di Jakarta, Cocok untuk Makan Siang Bersama Teman dan Keluarga
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
