
Aktivitas merajut. (freepik)
JawaPos.com - Dewasa ini, hobi merajut mulai muncul lagi dan makin banyak yang menyukai kegiatan merajut dan mengoleksi hasil rajutan.
Seperti boneka dalam berbagai ukuran, pakaian, syal, selendang, dan tas. Banyak pula motif dan bentuk rajutan yang dihasilkan menurut keahlian sang perajut dalam membuat sesuatu pula.
Hobi merajut dipandang sangat feminin dan tua, sehingga orang-orang hanya dapat membayangkan komunitas merajut hanya diisi oleh nenek-nenek atau ibu-ibu rumah tangga tua.
Tanpa diketahui kegiatan merajut sangat bermanfaat untuk kesehatan mental, dan dari situlah Terapi Merajut dimulai pada 2005 oleh Stitchlinks.
Stitchlinks memulai sebuah cara untuk memperbaiki dan mempertahankan kesehatan melalui kegiatan yang menenangkan seperti merajut.
Organisasi ini dimulai karena terinspirasi oleh buku “Knit for Health and Wellness: How to knit a flexible mind and more” karya Betsan Corkhill.
Dari situ Stitchlinks berdiri untuk membantu kita menggunakan kegiatan merajut sebagai aktivitas yang kreatif dan menenangkan untuk kesehatan kita bersama dengan para ahli dari bidang medis.
Mengurangi stres
Dilansir dari Mind Well, merajut dapat menenangkan diri melalui kegiatan yang harus dilakukan berulang kali saat mengaitkan benang ke lubang rajut. Kegiatan ini diperkirakan dapat menenangkan otak dan tubuh.
Kegiatan ini sama seperti latihan bernapas dan meditasi yang juga menggunakan gerakan yang harus diulang-ulang.
Gerakan yang berulang-ulang ini membuat tubuh dan pikiran kita fokus pada masa sekarang karena kita harus terus memperhatikan tangan kita ketika merajut.
Dilansir dari laman Happiness, karena merajut membutuhkan fokus dan konsentrasi, aktivitas ini menjadi “yoga versi baru”.
Menjadi alat untuk melindungi diri
Dilansir dari Science Daily, dari hasil penelitian yang dipublikasikan pada Journal of Occupational Science, salah satu penulisnya, Joanna Nordstrand menjelaskan bahwa perajut memiliki minat yang kreatif yang membantu mereka menghadapi kehidupan serta meningkatkan kesehatan mental mereka.
Penelitian menemukan gerakan yang konstan dan menenangkan seperti rajutan dapat mendorong produksi serotonin. Hormon yang membantu kita meregulasi emosi, kemampuan belajar dan tidur.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Thailand vs Vietnam Leg 1 Final Piala AFF 2026: Gajah Perang Terlalu Perkasa di Rajama
Jadi Tersangka, Ini Kronologi Penipuan yang Dilakukan Ruben Onsu
Ruben Onsu Jadi Tersangka, Begini Reaksi Pengacara Minola Sebayang
Prediksi Skor Marseille vs Strasbourg: Rekor 15 Laga Jadi Modal Les Phoceens
Respons Tantangan Wagub Kalbar, Gubernur Jabar KDM: Mohon Maaf, Tak Maksud Membandingkan
Pemerintah Bakal Menata Guru, PGRI Sebut Ada Harapan Baru bagi Pendidikan Indonesia
Ruben Onsu Ditetapkan Tersangka Kasus Penipuan dan Penggelapan, Dipanggil Minggu Depan
Prediksi Skor Ipswich vs Sunderland: The Black Cats Berpeluang Curi Poin di Portman Road
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Ribuan Ojol Hadiri Kopdar Kebangsaan Jaga Jakarta, Ada Perpanjangan SIM Gratis
