
Ilustrasi bermain sosmed (Andrea Piacquadio/pexels.com)
JawaPos.com - Melihat perspektif pada manusia, media sosial bisa dianggap sebagai berkah atau kutukan. Meskipun media sosial memudahkan kita dalam terhubung dengan cara yang sebelumnya tidak terbayangkan, namun hal ini juga dapat membuat kita lebih antisosial.
Selama bertahun-tahun, kita telah melihat banyak platform muncul dan menghilang. Saat ini sosmed yang populer seperti Facebook, Twitter, Instagram, Pinterest, dan LinkedIn. Lewat platform-platform ini, kita bisa mengikuti selebritas, menemukan resep baru, dan bahkan mencari pekerjaan.
Walaupun banyak manfaat, terdapat berbagai alasan orang tidak menggunakannya sama sekali. Mengutip computer.howstuffworks.com, berikut beberapa alasan orang tidak berhenti bermain media sosial, salah satunya karena kecanduan.
1. Sebuah harapan
Media sosial telah menjadi begitu umum sehingga diharapkan setiap orang mempunyai kehadiran di platform utama. Dari perspektif profesional, banyak organisasi mengharapkan karyawan untuk memahami dan memanfaatkan situs-situs tersebut dalam pekerjaan mereka.
Namun, seharusnya ini menjadi pilihan pribadi, bukan? Jika kamu merasa jenuh dengan media sosial atau merasa itu tidak cocok untukmu, maka tidak ada salahnya berhenti memakainya. Kamu tidak perlu menjelaskan diri atau merasa terpaksa mengikuti norma-norma masyarakat.
2. Mendorong hubungan yang lebih dekat
Jumlah teman di akun Facebook mungkin mencapai 746, tetapi seberapa banyak dari mereka yang benar-benar dekat denganmu? Media sosial membuat kita merasa mengenal orang lain lebih baik daripada kenyataannya, karena kita hanya melihat foto dan momen yang mereka pilih untuk dibagikan.
Tindakan ini adalah versi ideal dari kehidupan mereka yang tidak mencerminkan tantangan sebenarnya. Mengapa tidak berhenti menggunakan media sosial dan fokus membangun persahabatan yang lebih mendalam dengan beberapa orang terpilih lewat telepon atau pertemuan langsung?
3. Dapat merusak reputasi
Bagi banyak perusahaan, memeriksa profil media sosial calon karyawan menjadi bagian dari proses rekrutmen. Jadi, jika kamu suka mengunggah foto dari pesta yang dihadiri di akhir pekan, sebaiknya pertimbangkan untuk mengurangi aktivitas media sosialmu.
Selain itu, walau mungkin menggoda, media sosial bukanlah tempat untuk membagikan masalah pribadi atau pendapat yang kontroversial. Apa pun yang kamu unggah di Internet akan tetap ada, bahkan setelah kamu menghapusnya.
4. Membuatmu lebih negatif
Bagi banyak orang, media sosial menjadi tempat untuk meluapkan stres, frustrasi, dan kesedihan, atau berbagi pandangan mengenai tragedi yang terjadi di dunia. Meskipun hal ini mungkin memberikan sedikit kelegaan bagi mereka yang berbagi, media sosial tidak selalu memberikan efek yang sama bagi pembacanya.
Apabila terus-menerus terpapar komentar negatif, bahkan orang yang paling bahagia pun bisa terpengaruh. Menutup akun media sosial dapat membantumu menjauh dari lingkungan yang negatif ini dan mengalihkan fokus serta energimu pada perasaan pribadi.

Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
Persebaya Surabaya Dikabarkan Rekrut 2 Striker dan 2 Bek Baru, Ada Punggawa Tim Nasional
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
Jadwal Shalat Idul Adha 2026 di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Kota Besar Lainnya
Dulu Antreannya Mengular dan Jadi Buah Bibir Media Sosial, Kini Terlihat Lengang: Mengulik 5 Tempat Makan yang Sempat Viral Lalu Sepi Pengunjung
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
14 Angkringan Paling Nikmat di Surabaya, Tempat Nongkrong Seru Sambil Kuliner dan Jajan
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Yuran Fernandes, Green Force Dapatkan Pengganti Gustavo Fernandes
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
