Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 5 November 2024 | 02.58 WIB

Membuat Kecanduan! 10 Alasan Orang Berhenti Bermain Media Sosial untuk Hidup yang Lebih Sehat dan Bahagia

Ilustrasi bermain sosmed (Andrea Piacquadio/pexels.com) - Image

Ilustrasi bermain sosmed (Andrea Piacquadio/pexels.com)

JawaPos.com - Melihat perspektif pada manusia, media sosial bisa dianggap sebagai berkah atau kutukan. Meskipun media sosial memudahkan kita dalam terhubung dengan cara yang sebelumnya tidak terbayangkan, namun hal ini juga dapat membuat kita lebih antisosial.

Selama bertahun-tahun, kita telah melihat banyak platform muncul dan menghilang. Saat ini sosmed yang populer seperti Facebook, Twitter, Instagram, Pinterest, dan LinkedIn. Lewat platform-platform ini, kita bisa mengikuti selebritas, menemukan resep baru, dan bahkan mencari pekerjaan.

Walaupun banyak manfaat, terdapat berbagai alasan orang tidak menggunakannya sama sekali. Mengutip computer.howstuffworks.com, berikut beberapa alasan orang tidak berhenti bermain media sosial, salah satunya karena kecanduan.

1. Sebuah harapan

Media sosial telah menjadi begitu umum sehingga diharapkan setiap orang mempunyai kehadiran di platform utama. Dari perspektif profesional, banyak organisasi mengharapkan karyawan untuk memahami dan memanfaatkan situs-situs tersebut dalam pekerjaan mereka.

Namun, seharusnya ini menjadi pilihan pribadi, bukan? Jika kamu merasa jenuh dengan media sosial atau merasa itu tidak cocok untukmu, maka tidak ada salahnya berhenti memakainya. Kamu tidak perlu menjelaskan diri atau merasa terpaksa mengikuti norma-norma masyarakat.

2. Mendorong hubungan yang lebih dekat

Jumlah teman di akun Facebook mungkin mencapai 746, tetapi seberapa banyak dari mereka yang benar-benar dekat denganmu? Media sosial membuat kita merasa mengenal orang lain lebih baik daripada kenyataannya, karena kita hanya melihat foto dan momen yang mereka pilih untuk dibagikan.

Tindakan ini adalah versi ideal dari kehidupan mereka yang tidak mencerminkan tantangan sebenarnya. Mengapa tidak berhenti menggunakan media sosial dan fokus membangun persahabatan yang lebih mendalam dengan beberapa orang terpilih lewat telepon atau pertemuan langsung?

3. Dapat merusak reputasi

Bagi banyak perusahaan, memeriksa profil media sosial calon karyawan menjadi bagian dari proses rekrutmen. Jadi, jika kamu suka mengunggah foto dari pesta yang dihadiri di akhir pekan, sebaiknya pertimbangkan untuk mengurangi aktivitas media sosialmu.

Selain itu, walau mungkin menggoda, media sosial bukanlah tempat untuk membagikan masalah pribadi atau pendapat yang kontroversial. Apa pun yang kamu unggah di Internet akan tetap ada, bahkan setelah kamu menghapusnya.

4. Membuatmu lebih negatif

Bagi banyak orang, media sosial menjadi tempat untuk meluapkan stres, frustrasi, dan kesedihan, atau berbagi pandangan mengenai tragedi yang terjadi di dunia. Meskipun hal ini mungkin memberikan sedikit kelegaan bagi mereka yang berbagi, media sosial tidak selalu memberikan efek yang sama bagi pembacanya.

Apabila terus-menerus terpapar komentar negatif, bahkan orang yang paling bahagia pun bisa terpengaruh. Menutup akun media sosial dapat membantumu menjauh dari lingkungan yang negatif ini dan mengalihkan fokus serta energimu pada perasaan pribadi.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore