Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 4 November 2024 | 00.28 WIB

Dampak Buruk dari Kebiasaan Menggunakan Media Sosial secara Candu pada Kesehatan Mental Pengguna

Ilustrasi kebiasaan bermedia sosial. (Freepik)

JawaPos.com - Dewasa ini media sosial adalah salah satu media komunikasi paling masif penggunaannya oleh berbagai kalangan, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa, bahkan lansia.

Pasalnya, melalui media sosial orang-orang dapat berhubungan kembali dengan orang-orang lama yang terbatas oleh jarak dan waktu atau berhubungan dengan orang-orang baru dengan dasar kesamaan hobi atau pemikiran tentang banyak hal.

Selain itu, melalui media sosial orang-orang dapat mendulang banyak informasi mulai dari disinformasi hingga informasi akurat dan kredibel.

Oleh sebab itu, banyak media massa yang bermigrasi atau melebarkan sayapnya ke media sosial untuk menjaring para pembaca atau pencari informasi.

Namun, dibalik media sosial dengan beragam kejutannya dan kecanggihannya, memiliki dampak buruk terhadap penggunanya, secara khusus pada kesehatan mental para pemakai setianya. Kebiasaan bermain media sosial memberikan dampak adiksi atau kecanduan.

Rasa takut ketinggalan (FOMO) bisa membuat pengguna media sosial terus-menerus ke media sosial secara berulang. pengguna media sosial menjadi cemas bahwa akan tertinggal dalam percakapan di sekolah atau tempat kerja mengenai gosip atau berita terbaru di media sosial.

Atau, mungkin hubungan pengguna akan memburuk bila tidak menyukai, membagikan dan mengomentari unggahan teman di media sosial.

Selain itu, banyak yang menggunakan media sosial sebagai security blanket. Artinya, pengguna memakai media sosial sebagai perlindungan dan pelarian karena merasa cemas dan canggung atau kesepian dalam situasi sosial.

Alih-alih berinteraksi sosial, para pengguna malah hanyut dalam media sosial di tengah keramaian sosial.

Memang meringankan kecemasan, tetapi kita kehilangan banyak momentum baru atau teman baru dalam lingkungan sosial.

Berikut daftar dampak buruk dari kebiasaan bermain media sosial pada kesehatan mental para pengguna, dilansir dari helpguide.org, pada Minggu, (3/11):

Kecanduan dengan Media Sosial
Pengguna media sosial yang candu cenderung menghabiskan lebih banyak waktu di media sosial daripada dengan teman-teman di lingkungan sosial sehari-hari.

Interaksi sosial pengguna beralih dari dunia nyata ke dunia maya.

Bahkan, ketika pengguna sedang bersama teman-teman, ia masih merasa asing sehingga merasa perlu untuk terus membuka dan memeriksa media sosial.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore