Ilustrasi kebiasaan bermedia sosial. (Freepik)
JawaPos.com - Dewasa ini media sosial adalah salah satu media komunikasi paling masif penggunaannya oleh berbagai kalangan, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa, bahkan lansia.
Pasalnya, melalui media sosial orang-orang dapat berhubungan kembali dengan orang-orang lama yang terbatas oleh jarak dan waktu atau berhubungan dengan orang-orang baru dengan dasar kesamaan hobi atau pemikiran tentang banyak hal.
Selain itu, melalui media sosial orang-orang dapat mendulang banyak informasi mulai dari disinformasi hingga informasi akurat dan kredibel.
Oleh sebab itu, banyak media massa yang bermigrasi atau melebarkan sayapnya ke media sosial untuk menjaring para pembaca atau pencari informasi.
Namun, dibalik media sosial dengan beragam kejutannya dan kecanggihannya, memiliki dampak buruk terhadap penggunanya, secara khusus pada kesehatan mental para pemakai setianya. Kebiasaan bermain media sosial memberikan dampak adiksi atau kecanduan.
Rasa takut ketinggalan (FOMO) bisa membuat pengguna media sosial terus-menerus ke media sosial secara berulang. pengguna media sosial menjadi cemas bahwa akan tertinggal dalam percakapan di sekolah atau tempat kerja mengenai gosip atau berita terbaru di media sosial.
Atau, mungkin hubungan pengguna akan memburuk bila tidak menyukai, membagikan dan mengomentari unggahan teman di media sosial.
Selain itu, banyak yang menggunakan media sosial sebagai security blanket. Artinya, pengguna memakai media sosial sebagai perlindungan dan pelarian karena merasa cemas dan canggung atau kesepian dalam situasi sosial.
Alih-alih berinteraksi sosial, para pengguna malah hanyut dalam media sosial di tengah keramaian sosial.
Memang meringankan kecemasan, tetapi kita kehilangan banyak momentum baru atau teman baru dalam lingkungan sosial.
Berikut daftar dampak buruk dari kebiasaan bermain media sosial pada kesehatan mental para pengguna, dilansir dari helpguide.org, pada Minggu, (3/11):
Kecanduan dengan Media Sosial
Pengguna media sosial yang candu cenderung menghabiskan lebih banyak waktu di media sosial daripada dengan teman-teman di lingkungan sosial sehari-hari.
Interaksi sosial pengguna beralih dari dunia nyata ke dunia maya.
Bahkan, ketika pengguna sedang bersama teman-teman, ia masih merasa asing sehingga merasa perlu untuk terus membuka dan memeriksa media sosial.

Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Media Jerman Pusing Lihat Ngerinya Performa Veda Ega Pratama di Sesi Practice Moto3 Hungaria 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Eksklusif! Perjuangan Nyo Daftar Player Escort Sejak 2024, Menangis Haru Dipeluk Nathan Tjoe-A-On di Timnas Indonesia
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
