
Ilustrasi Stroke Infark (brgfx/freepik.com)
JawaPos.com - Menurut WHO stroke adalah gangguan fungsi saraf akut yang ditimbulkan oleh masalah peredaran darah di otak. Gejala dan tanda-tanda yang muncul bisa terjadi secara mendadak dengan hitungan detik atau berkembang dengan cepat dalam beberapa jam, tergantung pada area otak yang terpengaruh.
Stroke memiliki risiko kematian yang tinggi, dan mereka yang selamat sering mengalami masalah seperti kehilangan penglihatan, kesulitan berbicara, kelumpuhan, dan kebingungan. Risiko serangan kedua meningkat bagi penyintas stroke, di mana dengan tingkat kematian bervariasi menurut jenis stroke.
Setiap tahun, sekitar 15 juta orang mengalami stroke, dengan 5 juta meninggal dan 5 juta mengalami cacat permanen. Stroke jarang terjadi pada orang di bawah 40 tahun, kecuali disebabkan oleh tekanan darah tinggi, namun sekitar 8% anak-anak dengan penyakit sel sabit juga berisiko.
Dilansir dari laman Kemenkes Ditjen Yankes, stroke infark atau infark serebral merupakan kondisi di mana aliran darah ke otak terhambat, menyebabkan kerusakan pada jaringan otak. Kerusakan ini terjadi karena jaringan otak tidak mendapatkan cukup oksigen akibat hambatan pada pembuluh darah arteri.
Tanpa pasokan oksigen yang memadai, sel-sel otak akan rusak dan mati. Stroke infark juga dikenal sebagai stroke iskemik atau stroke non-hemoragik. Stroke infark adalah jenis yang paling umum, dan beberapa faktor risiko termasuk diabetes, hipertensi, penyakit jantung, kolesterol tinggi, obesitas, dan gaya hidup tidak sehat.
Stroke merupakan keadaan darurat medis yang memerlukan penanganan cepat dan tepat. Penanganan dini pada stroke infark bisa mengurangi kerusakan otak dan risiko komplikasi. Mengutip laman Kemenkes Ditjen Yankes berikut ini beberapa gejala dan pencegahan penyakit stroke infark.
Gejala Penyakit Stroke Infark
Adapun beberapa gejala fisik yang perlu diwaspadai sebagai tanda kemungkinan stroke, yakni sebagai berikut:
1. Kelemahan atau kelumpuhan: Tubuh rasanya lemah dan susah digerakkan, terutama pada wajah, lengan, atau tungkai.
2. Sulit dalam berbicara: Sulit berbicara dan memahami ucapan orang lain yang dapat diakibatkan oleh melemahnya otot wajah.
3. Gangguan penglihatan: Tiba-tiba mengalami penglihatan kabur atau buram pada satu atau kedua mata dengan jangka waktu yang lama.
4. Kesulitan berjalan: Penderita mungkin merasakan pusing mendadak yang mengakibatkan kehilangan keseimbangan atau koordinasi ketika berjalan.
5. Sakit kepala mendadak: Munculnya sakit kepala yang sangat parah tanpa sebab yang jelas, terutama jika disertai gejala lain seperti muntah, pusing, atau penurunan kesadaran, dapat menjadi indikasi stroke.
Pencegahan Penyakit Stroke Infark
Stroke Infark bisa dicegah dengan melakukan beberapa cara sebagai berikut ini:

Profil Ikhwan Ali Tanamal: Winger Baru Persib Bandung Menyala di Piala Presiden 2026, Wonderkid Tulehu Dikontrak hingga 2028
Prediksi Skor PSMS Medan vs Port FC Piala Presiden 2026: Debut Bruno Moreira Usai Tinggalkan Persebaya Surabaya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Profil Fajar Listyantara, Legenda PSS Sleman dan PSIM Yogyakarta yang Meninggal Dunia Akibat Gagal Ginjal
Bentrok Maut Tambak Matraman, Satu Orang Tewas, Motor hingga Rumah Semi Permanen Dibakar
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Momentum Green Force Unjuk Gigi
Ikhwan Ali Tanamal Resmi Gabung Persib Bandung, Siap Bekerja Keras Rebut Tempat di Tim Utama
Prediksi Susunan Pemain PSMS Medan vs Port FC di Piala Presiden 2026: Port Lions Masih Terlalu Digdaya!
Prediksi Skor Persib Bandung vs Arema FC di Piala Presiden 2026: Maung Bandung Masih Terlalu Perkasa?
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
