Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 27 Oktober 2024 | 20.43 WIB

Perbedaan Kepribadian Pemilik Anjing dan Kucing, Hasil Penelitian: Pemilik Anjing Jauh Lebih Ramah Dibanding Pemilik Kucing

Ilustrasi seekor anjing dan kucing. (Freepik) - Image

Ilustrasi seekor anjing dan kucing. (Freepik)

JawaPos.com - Perdebatan mengenai kepribadian pemilik hewan peliharaan anjing dan kucing telah menjadi topik diskusi selama bertahun-tahun. Pemilik anjing biasa dikaitkan dengan keramahan dan penuh dengan energi untuk bersosialisasi. Sedangkan pemilik kucing biasa dikaitkan dengan sifat mereka yang tertutup dan dingin. Tapi apakah stereotip tersebut benar?

Dilansir dari Psychology Today, menurut hasil survei Petside.com, terdapat lebih banyak pecinta anjing daripada kucing. Survei ini menemukan orang-orang yang menyukai satu binatang biasanya sama sekali tidak menyukai hewan lainnya.

Anjing-anjing biasanya membutuhkan perhatian pemiliknya setiap saat dan ketika tidak dihiraukan mereka akan menjadi sedih dan stres karena kesepian. Maka dari itu, kebanyakan anjing cenderung lebih ramah dan suka bersosialisasi.

Kucing-kucing, sebaliknya biasanya hampir tidak terlihat di siang hari dan lebih aktif di malam hari. Mereka terkadang meminta perhatian dari pemiliknya, tapi biasanya tidak bertahan lama. Karena sifat alami tersebut, pemilik anjing cenderung lebih ekstrovert daripada pemilik kucing.

Sam Gosling, seorang psikolog dari Universitas Texas melakukan sebuah penelitian yang melibatkan 4565 subjek mengenai perbedaan antara pemilik anjing dan kucing. Hasil penelitian ini menemukan para pemilik anjing 11 persen lebih sadar akan lingkungannya daripada pemilik kucing.

Hal tersebut berkaitan dengan disiplin mandiri untuk memenuhi sebuah tugas atau mencapai tujuan. Sifat ini juga menunjukkan minatnya kepada perencanaan daripada spontanitas.

Para pecinta kucing umumnya 12 persen lebih neurotik, akan tetapi dalam hasil survei tersebut 11 persen ditemukan lebih terbuka daripada para pecinta anjing. Keterbukaan ini juga tidak terbatas. Mereka cenderung menyukai dan dapat mengapresiasi banyak hal. Karena itu, para pecinta kucing cenderung lebih liberal.

Seorang peneliti lain pada tahun 2010, Stanley Coren, juga melakukan sebuah studi yang melibatkan 3.362 pemilik anjing, 1.223 pemilik kucing, dan 1.564 orang yang tidak memiliki peliharaan dari umur 16 hingga 94.

Dalam penemuannya, para pemilik kucing cenderung tinggal sendirian di apartemen. Dan orang-orang pemilik anjing kebanyakan sudah menikah, berkeluarga dan telah memiliki rumah sendiri.

Para pemilik kucing relatif lebih introvert dan mudah untuk diajak diskusi. Mereka juga kurang memiliki sifat dominan. Sedangkan pemilik anjing jauh lebih sosial, interaktif, dan mudah diajak ngobrol.

Dilansir dari James Cook University, Dr. Jessica Oliva melakukan survei dan wawancara kepada 321 pemilik anjing, kucing, dan tidak keduanya. Dalam survei tersebut ditemukan pemilik anjing cenderung lebih tangguh dan pemilik kucing memiliki tingkat neurotik yang lebih tinggi.

Akan tetapi, sifat-sifat tersebut cenderung lebih berkaitan dengan sifat asli orang tersebut, dan kepemilikan hewan adalah sebuah identitas tambahan. Contohnya, orang-orang yang secara alami lebih tangguh dan ulet cenderung memilih anjing untuk peliharaan, karena anjing juga merupakan hewan dengan sifat yang sama.

Editor: Edy Pramana
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore