
Ilustrasi, salah satu orang yang dihindari oleh kaum introvert. Freepik/ user15285612.
JawaPos.com - Introvert dikenal sebagai pribadi yang menyendiri, namun bukan berarti antisosial. Mereka senang bersosialisasi sepanjang energi 'sosial' mereka tersedia.
Apabila energi tersebut sudah habis, mereka akan merasa sangat kelelahan. Bila masih dipaksakan, maka akan mengganggu kesehatan mental mereka. Jadi, seorang introvert harus memerhatikan ketersediaan energi sosial yang mereka miliki dan dengan siapa mereka berhadapan.
Beberapa tipe orang dapat diajak bekerja sama dengan introvert dalam arti bila berhadapan dengannya tidak terlalu menguras kantong energi, sementara sebagian yang lain mampu menguras energi introvert dengan cepat.
Dilansir JawaPos.com dari Geediting pada Kamis (17/10), berikut delapan tipe orang yang menghabiskan energi seorang introvert dengan sangat cepat sehingga tanpa disadari mereka akan menarik diri, menurut psikologi.
1. Penguras Energi
Bisa saja seorang penguras energi adalah orang-orang yang terlalu aktif, antusias, berisik, atau terlalu bersosialisasi. Bila seorang introvert bertemu dengan orang seperti ini tentu energi akan cepat terkuras karena interaksi dan stimulasi yang konstan sangat melelahkan bagi mereka.
Oleh karenanya, mereka cenderung menarik diri dari orang tersebut. Tetapi seringkali respon 'menghindar' yang dilakukannya menimbulkan rasa bersalah atau khawatir dianggap kasar serta tidak ramah, padahal sebenarnya yang terjadi mereka hanya berusaha menjaga kesehatan mental mereka.
2. Orang yang Terlalu Pendiam atau Tertutup
Sungguh kontradiktif, introvert yang mengisi energi melalui keheningan tetapi merasa sangat kelelahan bila harus berhadapan dengan orang yang terlalu pendiam atau tertutup.
Menurut mereka menghadapi orang seperti ini sama melelahkannya dengan menghadapi orang yang ekstrovert dan berenergi tinggi, karena mereka merasa tertekan untuk mengisi keheningan yang terjadi.
Introvert akan lebih nyaman dengan individu yang mampu menyeimbangkan mereka, mendengarkan secara aktif, dan berkontribusi dalam percakapan, karena terjadi pertukaran energi yang lebih harmonis di dalamnya.
3. Orang yang Optimis Terus-menerus
Layaknya sinar matahari yang terus-menerus menyinari akan berdampak tidak baik. Demikian halnya dengan optimis terus-menerus yang menimbulkan 'positivitas beracun' yang berdampak pada terabaikannya perasaan sedih, stress, atau frustasi yang sebenarnya.
Hal tersebut membuat introvert merasa disalahpahami dan tidak didengarkan, karena introvert senang memproses perasaan mereka secara mendalam, meski perasaan yang mereka miliki tidak begitu positif.
Keseimbangan antara optimisme dan realisme-lah yang mereka dambakan, karena membuat introvert bebas mengekspresikan perasaan tanpa takut dianggap remeh sehingga tercipta hubungan yang lebih autentik.

Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
12 Hotel Terbaik di Semarang dengan Fasilitas Lengkap, Nuansa Cozy dan Menenangkan untuk Quality Time Bersama Orang Tercinta
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
