
Ilustrasi silent treatment
JawaPos.com - Dalam hidup, kamu tentu pernah mengalami perbedaan pendapat atau pandangan hidup dengan orang lain. perbedaan ini tidak jarang menuju perselisihan antara kamu dengan orang tersebut.
Keberlanjutan dari perselisihan pendapat tersebut pun beragam. Ada yang berdiskusi dengan sehat, namun ada juga yang hubungannya jadi merenggang. Keduanya merupakan sikap yang manusiawi sebagai seseorang yang punya perasaan.
Ada satu respon manusia terkait perselisihan pendapat yang sebenarnya tidak baik untuk dilakukan. Perilaku tersebut dikenal dengan nama silent treatment atau mendiamkan seseorang.
Sadar maupun tidak sadar, kamu mungkin pernah melakukan silent treatment ke orang lain karena berbagai alasan. Bukannya mengutarakan isi pikiran, kamu malah mendiamkan orang tersebut selama beberapa jam bahkan hari.
Perilaku ini sebenarnya tidak boleh untuk dilakukan, bahkan terkesan buruk.
Dilansir dari Psychology Today dan Medical News Today, berikut ini merupakan 5 alasan mengapa silent treatment pada orang lain itu tidak boleh dilakukan:
1. Membuat Hubungan Jadi Beracun
Alasan pertama dari mengapa silent treatment tidak boleh dilakukan adalah karena perilaku ini membuat hubungan jadi beracun atau toxic. Tidak hanya hubungan dengan pasangan, hubungan dengan teman atau keluarga bisa jadi toxic dan tidak nyaman untuk dilakukan.
Silent treatment merupakan perilaku yang sama sekali tidak menyelesaikan masalah yang sedang terjadi secara produktif. Alih-alih berdiskusi, seseorang bisa diam dan meninggalkan lawan bicara bertanya-tanya.
Ketika pihak lain ingin membahas duduk permasalahan, orang yang melakukan silent treatment bisa mundur dan tidak mau melaksanakan diskusi itu. Hal ini tentu mengurangi kesehatan hubungan, dan bahkan bisa berujung pada putus atau hancurnya hubungan.
2. Menghancurkan Sebuah Hubungan
Alasan kedua dari mengapa silent treatment tidak boleh untuk dilakukan adalah karena hal ini bisa menghancurkan sebuah hubungan. Tidak hanya jadi beracun, silent treatment bisa jadi hal yang benar-benar menghancurkan atau memutuskan hubungan yang ada.
Baik itu hubungan pertemanan, keluarga bahkan kekasih sekalipun bisa hancur karena silent treatment. Dalam sebuah konflik, seseorang bisa mendiamkan pasangan atau orang tuanya karena satu dan lain hal.
Terutama bagi hubungan pasangan, silent treatment tidak memenuhi hal-hal yang seharusnya dipenuhi ketika hubungan sedang baik-baik saja. Misalnya cinta, dukungan, kepedulian dan sosok yang menemani jadi tidak ada akibat silent treatment. Pada beberapa orang, silent treatment bisa jadi penentu untuk memutuskan sebuah hubungan.
3. Membuat Orang Mengkritik Diri Sendiri

Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Pemerintah Cabut Izin 2.231 Pengecer dan Distributor Pupuk Subsidi yang Rugikan Petani
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Rekomendasi 13 Wisata Terbaik di Bandung untuk Liburan Santai, Healing, dan Quality Time Bersama Orang Tersayang
Abu Janda Dilaporkan ke Polisi Oleh Ikatan Keluarga Minang Hari Ini, Buntut Sebut Sumbar 'Barbar' dan Intoleran
Orang yang Semakin Cantik Secara Fisik Seiring Bertambahnya Usia Biasanya Mengadopsi 6 Kebiasaan Sehari-hari Ini Menurut Psikologi
Sebut Sumbar 'Barbar' dan Kristen Fobia, DPP IKM Siap Laporkan Abu Janda ke Mabes Polri Selasa Besok!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
9 Mall Terbaik di Semarang, Selalu Jadi Andalan Wisatawan Saat Liburan Cari Hiburan
