Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 3 Oktober 2024 | 04.17 WIB

Mengenal 'Love Bombing' Sebuah Taktik Manipulasi Manis di Awal Pahit di Akhir

Ilustrasi love bombing pada pasangan (pexels/Josh Willink) - Image

Ilustrasi love bombing pada pasangan (pexels/Josh Willink)

JawaPos.com - Dalam hubungan, kesadaran akan berbagai bentuk manipulasi semakin meningkat, dan dampaknya terhadap kesejahteraan emosional tidak bisa diabaikan. Salah satu taktik yang belakangan ini mulai dibahas adalah 'love bombing.'

Meskipun awalnya mungkin terlihat seperti ungkapan kasih sayang yang berlebihan, love bombing sebenarnya adalah strategi manipulatif yang dapat menyebabkan kerusakan emosional yang serius. Taktik ini menciptakan ilusi keamanan yang menipu.

Love bombing melibatkan serangan bertubi-tubi dengan perhatian, hadiah, dan pujian yang berlebihan dalam waktu singkat.

Ekspresi kasih sayang yang melimpah ini dapat menciptakan rasa aman yang menipu, membuat penerima merasa sangat dihargai.

Namun, fokus yang intens ini sering kali memudar dengan cepat, meninggalkan individu tersebut merasa bingung dan rentan secara emosional.

Dilansir dari laman The Times Of India, Selasa (1/10) berikut bentuk dari love bombing:

1. Ini adalah Bentuk Kontrol Emosional
Pada dasarnya, love bombing adalah alat untuk mengendalikan. Individu yang melakukan love bombing menggunakan kasih sayang dan perhatian untuk menguasai pasangan mereka. Dengan membuat penerima merasa berhutang budi atau terlalu bergantung pada hubungan, pelaku love bombing dapat memanipulasi mereka untuk melakukan tindakan yang mungkin tidak akan mereka ambil dalam keadaan normal.

Pengendalian yang dilakukan melalui cinta ini dapat mengubah dinamika hubungan, menjadikan satu pihak lebih dominan dibandingkan yang lain, yang sering kali merugikan.

2. Awalnya Ideal, Tapi Akhirnya Toxic
Meskipun tahap awal love bombing tampak seperti romansa yang sempurna, taktik ini sering kali berujung pada dinamika yang tidak sehat dan toxic. Setelah pelaku love bombing merasa telah mengendalikan, mereka mungkin mulai menarik kasih sayang mereka, mengkritik pasangan, atau bahkan terlibat dalam perilaku abusif.

Perubahan mendadak dari cinta yang intens menjadi ketidakpedulian atau kekejaman dapat membuat korban merasa terjebak dan putus asa untuk mengembalikan fase awal hubungan.

Kondisi ini menciptakan siklus emosional yang sulit diputus, di mana korban terus berusaha untuk mendapatkan kembali perasaan aman yang pernah mereka alami.

3. Seringkali Menjadi Tanda Narsisme
Love bombing sering digunakan oleh individu narsis untuk mengamankan kesetiaan dan pengabdian pasangan. Narsis thrive on admiration dan kontrol, dan love bombing menjadi cara yang efektif untuk menjerat korban mereka. Mengidentifikasi tanda-tanda perilaku narsis, termasuk love bombing, sangat penting untuk menghindari hubungan dengan kepribadian yang beracun.

Menyadari tanda-tanda ini dapat membantu orang lain untuk menghindari terjebak dalam hubungan yang tidak sehat.

4. Dampak Emosional yang Jangka Panjang
Guncangan emosional akibat love bombing dapat meninggalkan bekas yang dalam. Korban sering kali mengalami perasaan tidak memadai, kebingungan, dan keraguan diri setelah pelaku love bombing menarik kasih sayang mereka.

Efek emosional ini dapat bertahan lama setelah hubungan berakhir, membuat sulit bagi korban untuk mempercayai pasangan baru atau membangun hubungan yang sehat di masa depan.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore