Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 3 Oktober 2024 | 00.01 WIB

Ini 5 Alasan Mengapa Hidup Lebih Bahagia Seiring Bertambahnya Usia, Salah Satunya karena Punya Perspektif Waktu yang Baik

Potret pasangan orang tua yang berbahagia. - Image

Potret pasangan orang tua yang berbahagia.

JawaPos.com – Siapa, sih, seseorang yang tidak ingin menjadi bahagia? Semua orang di dunia pasti berusaha dan berbondong-bondong untuk mencari, mempertahankan, dan mengharapkan kebahagiaan untuk diri kita dan untuk orang-orang yang kita cintai.

Kita juga menggunakan kebahagiaan sebagai tolok ukur untuk mengambil keputusan dalam hidup. Jika sebuah pekerjaan tidak membuat kita bahagia, kita akan berhenti bekerja. Jika sebuah hubungan tidak lagi membuat kita bahagia, kita akan meninggalkannya.

Kebahagiaan telah menjadi kunci dalam kehidupan kita dan kita membuat beberapa pilihan drastis untuk mencapainya. Hal ini banyak terjadi pada orang-orang berusia 30-an dan 40-an.

Melansir dari Los Angeles Times, Rabu (2/10), dalam sebuah survei terbaru terhadap lebih dari 1.500 penduduk San Diego yang berusia 21 hingga 99 tahun, para peneliti melaporkan bahwa orang-orang berusia 20-an adalah yang paling stres dan tertekan, sementara mereka yang berusia 90-an adalah yang paling bahagia.

Sebaliknya, para ilmuwan menemukan hubungan yang jelas dan linier antara usia dan kesehatan mental, bahwa semakin tua usia seseorang, semakin bahagia perasaan mereka. “Dalam literatur, hal ini disebut paradoks penuaan,” kata direktur Stanford Center on Longevity, Laura Carstensen.

Jadi, jika kita merasa tidak bahagia hari ini, bisakah kita berharap untuk hari esok yang lebih baik? Untungnya, penelitian menunjukkan bahwa hal ini bisa diharapkan, karena terlepas dari perbedaan individu, kita mengalami beberapa perubahan alami dalam hidup yang mempengaruhi kebahagiaan kita.

Melansir The Conversation, inilah alasan mengapa kebahagiaan manusia cenderung seiring bertumbuhnya usia.

1. Perspektif waktu

Pada sebagian masyarakat di Indonesia, kita cenderung menghabiskan usia 20-an dan 30-an untuk merangkai dan menciptakan masa depan.

Pada akhir usia 30-an dan awal 40-an, ketika kita menyadari bahwa kita belum mencapai apa yang kita harapkan, masa depan kita menyusut dengan cepat, kita memiliki dua pilihan. Kita bisa mulai panik, atau kita bisa menyesuaikan diri dengan semua perubahan ini dengan mengarahkan pikiran kita ke masa lalu yang positif.

Inilah yang dilakukan oleh sebagian besar dari kita, yang membuat kita merasa lebih aman dan lebih bahagia, saat kita memasuki tahap-tahap selanjutnya dalam hidup kita.

2. Kehidupan emosional

Ketika kita masih muda, kita membiarkan emosi kita menjadi liar. Perihal emosi, kita memang perlu belajar dan membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk mengendalikannya.

Ketika kita memasuki usia 50-an, emosi kita menjadi lebih stabil dan kita mulai mencapai ketenangan dalam hidup. Selain itu, kita lebih tertarik pada hal-hal positif dan mampu mempertahankannya lebih lama, yang merupakan alasan lain mengapa kita merasa lebih bahagia seiring bertambahnya usia.

3. Jaringan sosial

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore