Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 23 September 2024 | 03.01 WIB

Money Parenting, Latih Anak Terampil Finansial-Orang Tua Harus Jelaskan Situasi jika Terpaksa Pakai Uang Anak

ELAJAR KELOLA UANG: Bunda Natasia melatih Kavindra Raysia untuk bisa mengatur uang yang dimiliki. (PUGUH SUJATMIKO/JAWA POS) - Image

ELAJAR KELOLA UANG: Bunda Natasia melatih Kavindra Raysia untuk bisa mengatur uang yang dimiliki. (PUGUH SUJATMIKO/JAWA POS)

Ayah Bunda perlu terbuka kepada anak dalam hal pengelolaan uang. Apalagi jika itu adalah uang anak. Bantu anak menyimpan uangnya untuk masa depan. Bila terpaksa menggunakannya, lakukan atas seizin anak.

ANAK-anak masa kini makin kreatif mengasah talenta yang dimiliki. Orang tua pun cermat mengarahkan bakat anak. Kian banyak anak yang berprestasi hingga menghasilkan uang sendiri dari talentanya. Salah satunya Puteri Anak Jatim Favorit 2024 Kavindra Raysia Honeylee.

Kavi, sapaan akrabnya, sudah terjun ke dunia modeling di usia 3 tahun dan aktif berkompetisi di usia 5 tahun. Tak hanya kompetisi model cilik, tapi juga balet. Dari sana, dia kerap mendapat hadiah berupa uang.

”Aku sukanya pakai buat beli squishy, slime, stationary, sticker buat bikin kerajinan terus aku jual di kelas,” kata Kavi yang Desember nanti genap berusia 10 tahun.

Natasia, bunda Kavi, tak pernah melarang putrinya membelanjakan uangnya. Namun, dia juga mengajari Kavi untuk tidak menghabiskan semuanya. Sebagian dibelanjakan, sebagian ditabung, sebagian lagi didonasikan. Begitulah cara Natasia mengajari Kavi mengelola uangnya.

”Di sekolah TK Kavi juga diminta nabung. Dibuatkan rekening tabungan atas namanya sendiri. Jadi, hadiah lomba dengan nominal besar kami masukkan ke situ,” ujar Natasia saat ditemui di kediamannya di kawasan Pakuwon Indah Surabaya, Jumat (20/9).

Latih Anak Terampil Finansial

Psikolog anak dan remaja Anggi Setio Wulandari mengatakan, di usia TK, anak mulai mengenal konsep uang. Ortu bisa mengajarkan money parenting dan melibatkan anak dalam pengelolaannya.

”Hal itu akan membantu anak memahami uang dan cara mengelolanya dengan benar serta mengajarkan tanggung jawab dalam urusan finansial,” ujar Anggi Setio Wulandari SPsi MPsi Psikolog.

Pengetahuan dan keterampilan yang anak peroleh itu akan menjadi bekal berharga di masa depan. Karena itu, ortu harus bertanggung jawab atas penghasilan anak dan tidak menggunakannya untuk kebutuhan pribadi.

”Jika terpaksa memakai uang anak, komunikasikan terlebih dahulu dan jelaskan situasinya. Jika anak mengizinkan, uang bisa digunakan dengan komitmen untuk mengembalikannya di kemudian hari,” jelas psikolog yang praktik di klinik tumbuh kembang anak Santia Purwakarta itu.

Dengan begitu, dapat mencegah munculnya permasalahan di kemudian hari seperti konflik mantan artis cilik Baim Alkatiri dan ayahnya yang sedang ramai di media sosial.

Sebab, lanjut Anggi, kewajiban memenuhi kebutuhan keluarga tetap jadi tanggung jawab ortu. Sekalipun anak berpenghasilan. Uang yang didapat anak sebaiknya disimpan untuk kebutuhan mereka di masa depan.

”Akses sepenuhnya bisa diberikan saat anak berusia 17 tahun, saat anak sudah matang dan dapat lebih bertanggung jawab. Sebelum itu, sebaiknya masih dengan pengawasan ortu, namun ortu juga harus amanah,” imbuhnya.

Uang Saku untuk Seminggu

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore