
Perilaku pria kurang kasih sayang saat tumbuh dewasa menurut Psikologi. (Pexels/ Alena Darmel)
JawaPos.com – Menurut Psikologi, pria yang kurang mendapatkan kasih sayang saat tumbuh dewasa cenderung menunjukkan sederet perilaku khas yang mencerminkan pengalaman emosional mereka di masa lalu.
Perilaku ini biasanya berkembang sebagai respons terhadap kurangnya kasih sayang yang seharusnya mereka terima selama masa tumbuh kembang hingga dewasa. Psikologi menunjukkan bahwa hubungan awal dengan orang tua atau pengasuh memainkan peran penting dalam pembentukan kepercayaan diri dan kemampuan menjalin hubungan.
Ketika kasih sayang yang dibutuhkan tidak terpenuhi, hal ini dapat mempengaruhi cara pria tersebut berinteraksi dengan dunia di sekitarnya. Perilaku ini sering kali terlihat dalam hubungan dewasa mereka, baik dalam aspek emosional maupun interpersonal.
Dikutip dari Hack Spirit pada Minggu (22/9), dijelaskan bahwa setidaknya ada delapan perilaku yang menunjukkan seorang pria mengalami kurang kasih sayang saat tumbuh dewasa menurut Psikologi.
Individu yang kurang mendapat afeksi semasa kecil seringkali mengalami kesulitan dalam mengungkapkan perasaan terdalam mereka. Mereka cenderung menghindari pembicaraan yang melibatkan emosi dan terlihat tidak nyaman ketika harus membuka diri.
Interaksi mereka biasanya hanya sebatas permukaan, tanpa menyelami aspek emosional yang lebih dalam. Hal ini dapat menghambat terciptanya hubungan yang intim dan bermakna dengan orang lain.
Mereka seolah takut untuk mengeksplorasi sisi emosional mereka sendiri, yang berakar dari kurangnya pengalaman berbagi perasaan di masa lalu. Kondisi ini dapat berlanjut hingga dewasa jika tidak ditangani dengan tepat.
Orang tua yang bertanggung jawab selalu berusaha membuat anak mereka merasa istimewa dan dihargai. Namun, mereka yang kekurangan afeksi di masa kecil cenderung terus mencari validasi di kemudian hari.
Hal ini dapat termanifestasi dalam berbagai cara, seperti perilaku berganti-ganti pasangan tanpa menjalin ikatan emosional yang dalam. Atau bisa juga dengan terlalu sering membagikan informasi pribadi di media sosial demi mendapatkan likes dan komentar positif.
Dalam hubungan romantis, mereka mungkin terkesan terlalu menuntut perhatian pasangan, yang justru bisa membuat pasangan merasa tidak nyaman. Kebutuhan akan validasi yang tidak terpenuhi ini seringkali membuat mereka sulit merasa puas dan tenang.
Kurangnya afeksi di masa kecil dapat mendorong seseorang untuk selalu berusaha menyenangkan orang lain. Mereka memiliki keinginan kuat untuk disukai dan diterima, sebagai kompensasi atas kurangnya kasih sayang yang mereka terima dulu.
Perilaku ini membuat mereka rentan dimanfaatkan oleh orang lain, karena batasan pribadi mereka seringkali diabaikan. Mereka rela melakukan apa saja demi mendapatkan persetujuan dan penerimaan dari sekitar.
Sayangnya, hal ini justru bisa membuat mereka kehilangan jati diri dan sulit memprioritaskan kebutuhan diri sendiri. Pada akhirnya, pola perilaku seperti ini dapat menyebabkan kelelahan emosional dan rasa frustrasi yang mendalam.
Salah satu alasan penting memberikan afeksi kepada anak adalah untuk membangun rasa percaya diri mereka. Ketika seseorang tumbuh dengan minimnya kasih sayang, hal ini dapat menimbulkan perasaan tidak mampu dan rendah diri di kemudian hari.
Fondasi kepercayaan diri mereka lemah karena jarang mendapatkan penguatan positif selama tahun-tahun formatif. Akibatnya, mereka menjadi sangat sensitif terhadap kritik. Setiap masukan negatif, sekecil apapun, dapat dirasakan sebagai serangan pribadi alih-alih kesempatan untuk berkembang.

Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Media Jerman Pusing Lihat Ngerinya Performa Veda Ega Pratama di Sesi Practice Moto3 Hungaria 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Eksklusif! Perjuangan Nyo Daftar Player Escort Sejak 2024, Menangis Haru Dipeluk Nathan Tjoe-A-On di Timnas Indonesia
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
