Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 21 September 2024 | 18.01 WIB

Tak Peduli Seberapa Dekat dengan Mereka, 8 Hal yang Menyangkut Pribadi Ini Tidak Boleh Kamu Bagikan Pada Orang Lain Menurut Psikologi

Ilustrasi seseorang menjaga hal yang menyangkut pribadinya./(freepik.com/rawpixel.com) - Image

Ilustrasi seseorang menjaga hal yang menyangkut pribadinya./(freepik.com/rawpixel.com)

JawaPos.com - Ketika kita memiliki orang terdekat seperti sahabat atau pasangan, seringkali suka bercerita tentang hal yang menyangkut pribadi termasuk kehidupan masa lalu.

Mungkin saat menceritakan hal yang menyangkut pribadi, bermaksud ingin orang tersebut lebih mengetahui dirimu lebih dalam dan kamu sudah mempercayainya sebagai "human diary".

Tapi tak peduli seberapa dekat dirimu dengan mereka, melansir dari laman Expert Editor pada (21/09) 8 hal yang menyangkut pribadi ini tidak boleh kamu bagikan pada orang lain menurut psikologi, diantaranya :

1. Penyesalan Terdalam

Kita semua mengetahui bahwa tidak semua harapan yang kita inginkan bisa terwujud, dan hal itu bisa membuatmu sibuk bertanya-tanya. Percayalah bahwa bukan hanya kamu yang mengalami itu.

Terus-menerus mengingat kembali momen-momen itu dapat memicu siklus perenungan negatif, akibatnya akan menyalahkan diri sendiri dan berkutat pada masa lalu yang tak berujung.

Alih-alih kamu menyiarkan penyesalan itu pada orang lain, lebih baik menuliskan itu dalam sebuah jurnal karena dapat membantu memproses emosi yang sulit dan bisa mengarahkan pada perilaku yang lebih sehat.

2. Rencana Masa Depan yang Indah

Berbagi terlalu dini tentang masa depan yang indah dapat memberi kita rasa pencapaian yang salah, mengurangi motivasi yang dibutuhkan untuk benar-benar mencapai tujuan.

Ini bukan sekadar takhayul, melainkan ada penjelasan psikologis di balik 'menimpa' nasib baik dan mengubahnya menjadi nasib buruk.

Simpan rencanamu hingga benar-benar matang, ini tidak berarti kamu tidak dapat menceritakannya kepada beberapa orang yang tepercaya, tetapi hindari menyebarkannya ke seluruh dunia.

3. Nominal Gaji yang Diterima

Membicarakan pendapatan memang merupakan topik yang kontroversial. Dalam beberapa aspek, transparansi gaji dan diskusi rutin harus didorong dengan cara kita untuk mencari uang untuk memenuhi kebutuhan saat ini yang semakin mahal.

Namun, meskipun uang berbicara, tidak selalu harus diungkapkan dengan lantang. Hindarilah hal ini agar tidak terjebak dalam perangkap membandingkan pendapatanmu dengan orang lain secara terus-menerus.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore