Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 30 April 2026 | 18.30 WIB

Sahabat Bilang 'Gak Apa-apa' tapi Firasatmu Buruk? Cek 3 Tanda Mereka Sedang Terpuruk

ILUSTRASI. Orang yang sedang terpuruk hidupnya. (teksomolika-freepik) - Image

ILUSTRASI. Orang yang sedang terpuruk hidupnya. (teksomolika-freepik)

JawaPos.com - Pernahkah Anda merasa ada yang ganjil saat seorang sahabat berkata "aku baik-baik saja", namun firasat Anda mengatakan sebaliknya? Di tengah kesibukan dunia modern, luka emosional sering kali tersembunyi di balik senyum palsu atau balasan pesan singkat yang tampak normal.

Sebagai orang terdekat, Anda memiliki sudut pandang luar yang sangat berharga. Anda mungkin orang pertama yang menyadari perubahan kecil sebelum teman Anda sendiri menyadarinya. Memahami tanda-tanda halus ini bisa menjadi langkah awal yang menyelamatkan seseorang dari keterpurukan yang lebih dalam.

Terkadang, membantu tidak harus dengan tindakan besar; cukup dengan kehadiran yang tulus. Namun, tantangannya adalah mengetahui kapan harus masuk dan kapan harus memberi ruang tanpa terkesan konfrontatif. Kepekaan Anda adalah kunci utama dalam persahabatan yang suportif.

Dilansir dari YourTango, Kamis (30/4), berikut adalah tiga tanda nyata bahwa sahabat Anda sebenarnya sedang mengalami kesulitan hebat meskipun mereka mencoba menutupinya.

1. Perubahan Drastis Menjadi Lebih Pendiam

Komunikasi rutin adalah napas dari setiap hubungan. Baik itu saling mengirim meme setiap hari atau bertemu seminggu sekali, Anda pasti hafal pola komunikasi sahabat Anda. Jika tiba-tiba pola ini berubah secara signifikan, Anda patut waspada karena ini adalah sinyal peringatan dini.

Teman Anda mungkin mulai menjauh secara perlahan namun pasti. Pesan teks yang biasanya dibalas dalam hitungan menit kini membutuhkan waktu berhari-hari, atau bahkan panggilan telepon Anda sering tidak diangkat tanpa alasan jelas. Keheningan yang tiba-tiba ini sering kali menjadi cara mereka menarik diri dari dunia sosial.

Penelitian menegaskan bahwa menjauh dari orang-orang terdekat adalah salah satu tanda paling awal bahwa ada sesuatu yang lebih dalam terjadi di bawah permukaan. Menghindari koneksi biasanya merupakan mekanisme pertahanan saat seseorang merasa kewalahan secara emosional. Mereka merasa tidak memiliki energi cukup untuk berinteraksi.

Sangat penting untuk memikirkan cara mendekati mereka tanpa membuatnya terasa seperti interogasi. Jika Anda terlalu agresif, mereka justru akan semakin menjauh. Cukup sampaikan bahwa Anda ada di sana jika mereka butuh bicara, tanpa menuntut jawaban segera atas semua pesan Anda.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore