Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 20 September 2024 | 17.49 WIB

Anak Perempuan yang Tumbuh Tanpa Ayah Biasanya Memiliki 5 Karakter Tersembunyi Ini, Menurut Penelitian Psikologi

Ilustrasi anak perempuan yang tumbuh tanpa sosok ayah. (Freepik) - Image

Ilustrasi anak perempuan yang tumbuh tanpa sosok ayah. (Freepik)

JawaPos.com – Kehadiran seorang ayah dalam kehidupan seorang anak perempuan memainkan peran penting dalam membentuk kepribadian dan karakternya. Namun, bagaimana jika seorang anak perempuan tumbuh tanpa sosok ayah? 

Penelitian psikologi telah mengungkapkan bahwa anak perempuan yang dibesarkan tanpa ayah cenderung mengembangkan karakteristik tertentu yang mungkin tersembunyi di balik permukaan.

Studi yang diterbitkan dalam Journal of Psychology and Behaviour Studies oleh Jin Zhiling dari Zhejiang University, mengeksplorasi dampak mendalam dari ketidakhadiran ayah pada perkembangan psikologis anak perempuan

Penelitian ini mengidentifikasi lima karakter tersembunyi yang sering muncul pada anak perempuan yang tumbuh tanpa ayah. Jawa Pos akan membahas secara mendalam lima karakter tersembunyi tersebut, berdasarkan riset psikologi.

Menurut penelitian yang dilansir dari laman researchgate.net, Jumat (20/9), inilah lima karakter tersembunyi anak perempuan yang tumbuh tanpa figur ayah, menurut penelitian psikologi:

Karakter Anak Perempuan yang Dibesarkan Tanpa Ayah: Temuan Psikologi

1. Rendahnya Rasa Percaya Diri

Anak perempuan yang tumbuh tanpa figur ayah cenderung memiliki rasa percaya diri yang rendah. Penelitian menunjukkan bahwa figur ayah yang suportif dan memberikan validasi positif berperan penting dalam membangun konsep diri yang sehat pada anak perempuan. 

Ketiadaan figur tersebut dapat menyebabkan anak perempuan merasa kurang dihargai dan tidak yakin akan kemampuannya, yang pada akhirnya menghambat perkembangan rasa percaya dirinya.

2. Kesulitan Membangun Hubungan Interpersonal, Rentan Terhadap Manipulasi

Ketidakhadiran ayah juga dapat berdampak pada kemampuan anak perempuan dalam membangun dan memelihara hubungan interpersonal. Mereka mungkin mengalami kesulitan dalam menjalin kedekatan emosional, mempercayai orang lain, dan mengatasi konflik dalam hubungan. 

Misalnya, dalam hubungan romantis, mereka mungkin lebih mudah dimanipulasi atau terjebak dalam hubungan yang tidak sehat karena kurangnya pengalaman dan pemahaman tentang dinamika hubungan yang sehat dengan figur laki-laki.

3. Gangguan Konsep Diri

Ayah berperan penting dalam membantu anak perempuan membentuk identitas diri dan memahami peran gendernya. 

Tanpa figur ayah yang memberikan bimbingan dan arahan, anak perempuan mungkin mengalami kebingungan dalam memahami siapa dirinya dan bagaimana seharusnya berperilaku. 

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore