Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 16 September 2024 | 16.58 WIB

4 Persyaratan Penting untuk Hubungan Seumur Hidup, Salah Satunya Perhatikan Kepentingan Terbaik Pasangan Anda

ilustrasi attachment style dalam suatu hubungan. (freepik)

JawaPos.com - Cinta yang abadi bukanlah sesuatu yang bisa diucapkan begitu saja, melainkan sesuatu yang dibangun dengan sendirinya melalui pikiran dan tindakan. Hal ini dicontohkan sebuah studi pada 2017 dari Marriage and Family Review. Dalam Studi tersebut mengungkap faktor-faktor yang membuat atau menghancurkan berapa lama cinta dapat bertahan dalam sebuah hubungan.

Penulisnya, Michelle Duda dan Raymond Bergner, mengartikulasikan hal ini dengan cara berikut: “Mengatakan bahwa 'John mencintai Mary' dalam arti romantis dari istilah tersebut tidak hanya berarti bahwa ia memiliki perasaan tertentu terhadapnya, tetapi juga bahwa ia memiliki jenis hubungan tertentu dengannya. Hubungan ini adalah hubungan di mana ia telah memberikan Maria suatu tempat, atau status, di dalam dunianya. Tempat ini adalah salah satu kehormatan, nilai dan sentralitas yang luar biasa dan mungkin merupakan tempat tertinggi yang dapat diberikan oleh seorang manusia kepada manusia lainnya.”

Dikutip dari psychkology today pada Senin (16/9), berikut empat faktor kunci untuk mencapai hubungan seperti hubungan Yohanes dan Maria, hubungan di mana cinta bertahan seumur hidup.

1.Memperhatikan Kepentingan Terbaik Pasangan Anda

Duda dan Bergner mengaitkan cinta yang berkelanjutan terlebih dahulu dengan investasi pasangan dalam kesejahteraan satu sama lain. Khususnya, dalam hubungan jangka panjang. Investasi ini seharusnya tidak menjadi alat untuk mencapai tujuan, sebaliknya ini digambarkan sebagai menaruh minat yang mendalam pada "kesejahteraan orang yang dicintai demi orang yang dicintai.” 

"Maria diinvestasikan dalam kesejahteraan Yohanes demi dirinya sendiri dan bukan hanya untuk bagaimana kesejahteraannya dapat menguntungkannya," mereka menjelaskan. "Dia bukan sekadar 'komoditas' bagi Mary, bukan entitas yang seperti montir garasi atau penata rambutnya memiliki tempat di dunianya, yang pada dasarnya terdiri dari pemenuhan kebutuhan dan keinginannya.”

Sebaliknya, Mary memandang kesejahteraan John sebagai perpanjangan dari dirinya sendiri dan hubungannya. Mereka berdua memupuk pertumbuhan pribadi satu sama lain bukan karena mereka akan dihargai karenanya, tetapi karena itu adalah kesenangan dan hak istimewa untuk melakukannya. Kedua pasangan merasa bahwa baik salah satu dari mereka, maupun cinta mereka, tidak dapat berkembang jika yang lain tidak berkembang sebagai individu terlebih dahulu.

Komitmen bersama terhadap kebahagiaan satu sama lain, bebas dari motif adalah landasan pertama menuju cinta yang berkelanjutan. 

2.Menghormati Eksklusivitas Hubungan Anda

Kontributor terbesar kedua untuk cinta yang berkelanjutan adalah eksklusivitas yang tak terbantahkan. Duda dan Bergner menjelaskan, "Cinta romantis menyiratkan bahwa, bagi John, Maria adalah 'satu-satunya' miliknya.'Ini menyiratkan eksklusivitas."Mereka melanjutkan," Ini menyiratkan bahwa John mempertahankan jenis hubungan yang dia miliki dengan Mary, hubungan yang menggabungkan keintiman, seksualitas, komitmen, kepedulian terhadap kesejahteraannya, dan banyak lagi untuknya dan dirinya sendiri.

”Menghormati tempat khusus yang dipegang pasangan anda sangat penting untuk memastikan mereka memahami komitmen anda kepada mereka. Dan menawarkan tempat seperti ini kepada orang lain akan menjadi pengkhianatan mendasar, bukan hanya kepercayaan mereka, tetapi juga hubungan yang telah anda bangun bersama. Eksklusivitas bukan hanya tentang kesetiaan fisik, ini juga tentang kesetiaan emosional. Dengan menjaga hubungan intim yang anda bagikan dengan pasangan anda baik melalui kata-kata, tindakan, atau keduanya, anda memperkuat kesucian hubungan anda. Dengan melakukan itu, anda menegaskan kembali sifat cinta anda yang aman, berharga, dan tak tergantikan, yang penting untuk ketahanannya.

3.Mempertahankan Rasa Percaya dan Keintiman

Keintiman dianggap sebagai landasan ketiga dari cinta abadi. Namun, penting untuk membedakan keintiman sejati dari kata kunci yang samar-samar. Keintiman jauh lebih dari sekadar keakraban dan keterikatan, atau rasa kedekatan secara umum. Sebaliknya, itu adalah sesuatu yang hanya dapat dicapai ketika kita membuka bagian terdalam dari diri kita, hingga bagian kita. Para penulis menggambarkan keintiman sejati seperti ketika " Yohanes memberi Maria tempat sentral dalam dunia intimnya."Mereka menjelaskan," Itu menyiratkan bahwa dia membuat tempat di dunianya untuknya sebagai orang kepercayaan utama dan 'belahan jiwa', menceritakan kepadanya tentang hal-hal pribadi yang penting seperti harapan, impian, kemenangan, kegagalan, kekhawatiran, ketidakamanan, rasa sakit hati. dan ketidaksepakatan yang tulus dengannya. Pada gilirannya dia menginginkan agar dia berbagi hal-hal seperti itu dengannya. 

Ini adalah tingkat kepercayaan dan kerentanan yang mengubah hubungan dari sekadar dekat menjadi benar-benar intim. Anda membiarkan pasangan anda melihat anda sepenuhnya kekurangan dan segalanya dan percaya bahwa mereka akan tetap, dan selalu, memilih untuk berdiri di sisi anda. Ketika kedua pasangan merasa cukup aman untuk berbagi ketakutan, keinginan, dan ketidakamanan terdalam mereka, mereka juga berbagi rasa persatuan yang tak tergoyahkan.

Editor: Kuswandi
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore