
Sinusitis menyebabkan gangguan pernapasan bagi penderitanya. (Pixabay)
JawaPos.com – Penyakit sinus atau sinusitis beberapa waktu lalu ramai menjadi buah bibir. Alasannya karena, segelintir publik figur melakukan operasi plastik (oplas) pada hidung dengan alasan untuk sembuhkan penyakit peradangan akibat sinus.
Merujuk dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI), sinusitis adalah kondisi di mana terjadi peradangan di lapisan yang terdapat di sinus paranasal, alih-alih bekerja sesuai fungsinya untuk menyaring, menghangatkan, dan melembapkan udara yang masuk ke hidung.
Biasanya orang yang mengidap sinusitis memiliki masalah hidung tersumbat, lendir yang kental dan terasa turun ke tenggorokan, demam disertai lesu, mengalami gangguan indera penciuman, bahkan juga bisa merasakan nyeri di sekitar wajah.
Penyebabnya pun beragam, mulai dari infeksi virus, bakteri atau alergi, infeksi pada hidung, infeksi pada gigi hingga masalah daya tahan tubuh dan lingkungan. Namun paling umum ditemui, yakni disebabkan oleh gangguan di hidung atau yang dikenal dengan rhinitis. Apabila karena rhinitis, maka penyakit tersebut akan disebut dengan rhinosinusitis.
Penyakit yang salah satu tandanya terjadi nyeri di kepala ini menurut data Kemenkes RI didominasi usia dewasa muda. Prevalensi sinusitis sedikitnya 27,5 persen ditemukan pada kelompok usia 21-30 tahun dan sekitar 7,5 persen terjadi pada orang-orang dengan usia 51-60 tahun.
Bahkan, penyakit ini juga kerap terjadi pada anak-anak mengingat pada usia tersebut sering mereka biasa mempunyai masalah infeksi saluran pernapasan, di mana sekitar 5-10 persen anak-anak yang menderita infeksi saluran pernapasan atas akan mengalami sinusitis.
Di samping itu, rupanya penyakit yang terjadi pada lapisan sinus ini terbagi ke dalam beberapa jenis. Dilansir dari Johns Hopkins Medicine, ada empat jenis sinusitis sebagai berikut:
Penyakit sinusitis pada tahap akut memiliki gejala yang berlangsung kurang dari empat minggu dan akan membaik apabila mendapatkan perawatan yang tepat.
Berbeda dengan akut, sinusitis jenis ini terjadi dengan kurun waktu dua kali lipat dari akut, yakni sekitar empat hingga delapan minggu, di mana dalam pengobatan tidak membaik pada awalnya.
Sementara jenis kronis merupakan sinusitis yang disebabkan karena infeksi akut yang terjadi secara terus-menerus dan tidak terobati dengan baik. Gejalanya sendiri berlangsung sekitar 8 minggu atau bahkan lebih
Jenis sinusitis ini terjadi ketika kamu mengalami tiga atau lebih sinusitis akut dalam jangka waktu setahun.
Apabila kamu mengalami gejala di atas dan ingin mengetahui kamu positif sinusitis atau tidak, dapat dilakukan dengan penegakan diagnosis langsung oleh dokter ahli mengingat adanya potensi risiko komplikasi yang serius.
Biasanya untuk pemeriksaan sinusitis, khususnya rhinosinusitis yang umumnya terjadi, yakni terdiri dari beberapa hal, seperti pemeriksaan, transiluminasi, rontgen sinus paranalis, CT scan sinoscopy dan pemeriksaan mikrobiologi.
Sementara untuk pengobatan bagi orang yang menderita sinusitis terbagi menjadi dua, yakni non operasi dan tindakan operasi. Pengobatan dengan non operasi meliputi pemberian obat-obatan, pencucian rongga hidung dengan cairan Nacl, dan melakukan fisioterapi dengan metode pemanasan.
Adapun untuk tindakan operasi dikenal dengan istilah Bedah Sinus Endoskopi Fungsional (BSEF), tetapi pengobatan ini dilakukan bagi pasien dengan jenis sinusitis kronis. Masalahnya selain BSEF, tindakan operasi juga dikaitkan dengan oplas hidung.

104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
8 Spot Kuliner di Kota Tua Surabaya, Makan Enak dengan Suasana Vintage dan Pemandangan yang Memanjakan Mata!
Mariano Peralta Merapat ke Persija Jakarta? Manajer Borneo FC Langsung Buka Suara
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
