Ilustrasi: Zodiak ke-13, Ophiuchus. (Pexels)
JawaPos.com - Konsep tanda zodiak ke-13, yang dikenal sebagai Ophiuchus, telah memicu perdebatan di kalangan astrolog dan penggemar astrologi.
Sementara sistem zodiak tradisional mencakup 12 tanda, yang masing-masing mewakili pola dasar kepribadian yang berbeda dan selaras dengan posisi matahari sepanjang tahun, pengenalan Ophiuchus menantang struktur ini.
Dilansir dari laman Cosmopolitan pada Kamis (12/9), berikut ini beberapa fakta mengenai Ophiuchus yang merupakan zodiak ke-13.
Ophiuchus, yang sering disebut sebagai pembawa ular, berada di antara Scorpio dan Sagitarius pada roda zodiak. Jika dimasukkan ke dalam zodiak, ia akan berada pada rentang tanggal 29 November hingga 17 Desember, menggeser tanggal dari semua zodiak lainnya.
Ini berarti bahwa orang-orang yang pernah mengidentifikasi diri sebagai Sagitarius mungkin akan menemukan diri mereka dikategorikan di bawah zodiak baru ini.
Rasi bintang Ophiuchus selalu hadir di langit malam, tetapi tidak termasuk dalam sistem zodiak klasik yang dikembangkan oleh bangsa Babilonia kuno.
Bangsa Babilonia, yang merupakan pelopor astrologi, memilih 12 tanda zodiak berdasarkan kalender lunar mereka, yang berisi 12 bulan. Ophiuchus tidak dimasukkan karena tidak sesuai dengan sistem ini, meskipun diakui sebagai sebuah rasi bintang.
Para astronom modern telah menunjukkan bahwa sumbu Bumi telah bergeser selama ribuan tahun, mengubah posisi matahari dalam kaitannya dengan rasi bintang.
Fenomena ini, yang disebut presesi, adalah alasan mengapa beberapa astronom dan astrolog menyarankan untuk merevisi zodiak dengan memasukkan Ophiuchus.
Namun, para astrolog tradisional biasanya menolak gagasan ini, karena zodiak lebih simbolis dan didasarkan pada sistem 12 bulan daripada hanya rasi bintang astronomi.
Jika kamu lahir di bawah naungan Ophiuchus, kamu mungkin memiliki ciri-ciri Scorpio dan Sagitarius, namun Ophiuchus diyakini memiliki karakteristik uniknya sendiri:
1. Penasaran dan Pencari Pengetahuan
Mereka yang berada di bawah Ophiuchus dianggap memiliki keinginan yang besar untuk mendapatkan pengetahuan, terus-menerus mencari kebenaran dan pemahaman.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
