Ilustrasi perempuan yang memendam emosinya. (freepik)
JawaPos.com – Kita sering dijelaskan bahwa kejujuran adalah kebijakan terbaik terutama saat mengungkapkan emosi. Namun, kenyataannya tidak semua orang merasa mudah untuk terbuka dalam hal mengungkapkan emosinya.
Beberapa orang karena berbagai alasan lebih suka menyimpan perasaan mereka untuk diri sendiri. Pasalnya emosi yang terpendam ini bisa terwujud dalam bentuk perilaku sebagaimana dilansir dalam laman The Vessel, Sabtu (31/8) sebagai berikut :
Orang yang memendam emosinya cenderung di permukaan terlihat sangat tenang dan selalu mempertahankan kesan tenang dalam situasi apa pun. Ketenangan yang tampak ini bukan hanya untuk pamer.
Namun sebagai mekanisme pertahanan yang dirancang untuk menyembunyikan perasaan mereka yang sebenarnya. Hal ini ibarat mereka berjalan di atas tali yang tegang dan berusaha menjaga keseimbangan sambil menahan badai emosi dibawah permukaan.
Perilaku lain orang yang memendam emosi adalah memiliki perubahan suasana hati yang tiba-tiba. Di satu saat dia tertawa dan di saat berikutnya dia benar-benar terdiam dan tenggelam dalam pikirannya.
Kita sering mengabaikan perilaku tersebut sebab kita mengira dia hanya lelah atau sedang tidak bersemangat. Namun seiring berjalannya waktu, perubahan suasana hati yang tiba-tiba menjadi lebih sering terjadi dan lebih nyata.
Pada dasarnya bila kita memendam perasaan, tentu perasaan itu tidak akan hilang begitu saja. Sebaliknya perasaan itu berputar-putar dalam pikiran kita dan sering kali berkembang dan berubah menjadi masalah yang lebih besar daripada sebelumnya.
Hal ini dapat menyebabkan kondisi hiperaktivitas mental dimana setiap pikiran diteliti dan setiap skenario dimainkan.
Sebuah studi lari Universitas Michigan menemukan bahwa menekan emosi dapat menyebabkan kesulitan dalam mengingat dan memecahkan masalah yang dapat membuat seseorang lebih rentan berpikir berlebihan.
Orang yang suka memendam emosinya cenderung menghindari percakapan emosional. Mereka akan mengalihkan topik pembicaraan, melontarkan lelucon atau bahkan meninggalkan pembicaraan secara fisik jika pembicaraan tersebut terlalu dekat dengan emosional mereka.
Hal ini disebabkan karena membahas emosi memaksa mereka untuk menghadapi perasaan yang tidak ingin mereka akui. Anda akan sering mendapati bahwa mereka adalah pendengar yang baik dan selalu siap mendengarkan saat Anda butuh teman bicara.
Namun saat giliran mereka untuk berbagi, mereka akan dengan cerdik menghindari masalah atau mengalihkan pembicaraan dengan nada meremehkan seperti “saya baik-baik saja”.
Perilaku lain orang yang memendam emosi adalah mereka berjuang dengan hubungan dekat. Pasalnya hubungan yang tulus membuktikan keterbukaan dan kerentanan emosional.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
12 Rekomendasi Mall Terbaik di Tangerang 2026: Destinasi Belanja, Kuliner & Lifestyle Favorit
Update Klasemen Usai MotoGP Catalunya 2026: Jorge Martin Gigit Jari, Bezzecchi Masih Tak Tersentuh
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Catalunya 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama Start P20
