Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 30 Agustus 2024 | 17.18 WIB

Ladies Saatnya Bersikap! Ini 3 Hal yang Dikatakan Pria yang Tidak Tersedia Secara Emosional untuk Menghindari Komitmen

Ilustrasi- Pria yang tak lagi tertarik pada pasangannya (lookstudio-freepik)

 

JawaPos.com - Ada perbedaan besar antara tidak siap secara emosional dan sekadar menghindari komitmen. 

Perbedaan ini terletak pada kata-katanya. Pria yang tidak tersedia secara emosional memiliki kemampuan untuk menggunakan frasa tertentu untuk menghindari komitmen sambil mempertahankan daya pikat mereka.

Namun, berada di sisi penerima frasa-frasa ini tidaklah menarik. Ini seperti sebuah labirin di mana Anda dibiarkan mengejar ekor Anda sendiri, mempertanyakan niat mereka, dan kewarasan Anda.

Dikutip dari hackspirit, berikut 3 hal yang dikatakan pria yang tidak siap secara emosional untuk menghindari komitmen. Ungkapan-ungkapan ini adalah senjata rahasia mereka, dan inilah saatnya kita mengungkapnya. Jadi persiapkan diri Anda, karena pengetahuan adalah kekuatan.

1) “Saya tidak siap untuk sesuatu yang serius”

Pria yang sulit dipahami secara emosional memiliki bakat untuk menghindari komitmen, dan frasa ini adalah andalan mereka. Ini adalah kalimat klasik, hampir klise, tetapi keefektifannya sulit untuk disangkal.

Frasa ini berfungsi sebagai perisai pelindung. Ini menciptakan jarak yang aman sambil tetap memungkinkan mereka untuk menikmati manfaat dari sebuah hubungan. Anda lihat, ini memberi kesan bahwa mereka hanya belum siap 'belum siap', membiarkan pintu terbuka untuk harapan.

Tapi inilah masalahnya. Ketika berbicara tentang emosi, waktu jarang menjadi masalah. Jika mereka benar-benar berinvestasi, konsep kesiapan tidak akan menjadi penghalang yang konstan.

Jadi, ketika Anda mendengar frasa ini, penting untuk memahami bahwa ini bukan masalah waktu dan lebih kepada ketersediaan emosi mereka. Dan sangat penting untuk diingat bahwa Anda tidak dapat mendesak seseorang untuk siap, dan Anda juga tidak harus menunggu tanpa batas waktu sampai jam emosional mereka mencapai 'siap'.

Ingat, kata-kata adalah alat yang ampuh, tetapi kata-kata juga merupakan tabir. Adalah tugas Anda untuk melihatnya.

2) “Saya hanya butuh ruang”

Pertemuan pribadi saya dengan frasa ini benar-benar membuka mata saya. Saya berpacaran dengan pria ini selama beberapa bulan, dan semuanya tampak berjalan dengan baik. Tapi setiap kali segala sesuatunya mulai menjadi sedikit lebih serius, dia akan mengeluarkan kartu 'butuh ruang'.

Pada awalnya, saya menghormati kebutuhannya akan ruang. Bagaimanapun juga, kita semua membutuhkan 'waktu sendiri'. Namun, ketika pola ini berlanjut, saya menyadari bahwa ini adalah caranya untuk menghindari kedalaman emosi.

Editor: Kuswandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore