Ilustrasi perempuan yang bersikap tegas dalam rapat kerja (freepik)
JawaPos.com – Beberapa orang kerap mendapati diri mengangguk dalam hati tanda setuju saat ingin menyuarakan sudut pandang, atau melangkah mundur saat seharusnya melangkah maju.
Kendati hanya memendam pendapat di hati, gagasan untuk bersikap tegas memang bisa menjadi menakutkan terutama jika itu tidak datang secara alami kepada Anda.
Oleh karenanya, ada beberapa cara untuk menjadi lebih tegas meskipun itu bukan sifat Anda sebagaimana dilansir dari laman The Vessel, Jumat (30/8) sebagai berikut:
Kita semua tentu memiliki pemikiran dan sudut pandang yang unik dan tidak dimiliki oleh orang lain. Namun, sering kali kita membungkam diri sendiri dan terlalu takut untuk berbicara sebab takut akan konflik atau penolakan.
Ketegasan tidak berarti bersikap agresif atau mendominasi. Ketegasan berarti menghargai harga diri Anda dan mengekspresikan pikiran dan perasaan Anda dengan tulus.
Hal ini memang bisa menjadi tidak mengenakkan terutama jika itu bertentangan dengan kebiasaan tetapi sangat penting untuk pertumbuhan dan kebebasan pribadi.
Pada dasarnya komunikasi adalah jalan dua arah. Artinya ketegasan bukan hanya tentang mengekspresikan pikiran dan perasaan Anda tetapi juga tentang keterbukaan untuk mendengar dan memahami orang lain. Hal ini membutuhkan keterampilan mendengarkan aktif.
Berlatih mendengarkan secara aktif tidak hanya memperkaya interaksi kita tetapi juga membantu kita menjadi lebih tegas. Hal ini membuat kita memahami berbagai sudut pandang, menumbuhkan empati dan merespons dengan cara yang menghargai kebutuhan kita dan orang lain.
Salah satu hambatan terbesar untuk bersikap tegas adalah keyakinan kita sendiri yang membatasi. Kita sering kali terkekang oleh norma dan pengkondisian sosial sehingga dapat menekan suara asli kita dan menghambat kita untuk membela diri sendiri.
Setelah mampu membebaskan pikiran, namun ketika Anda dari kondisi sosial, kebiasaan dan keyakinan lama maka bisa jadi sulit untuk dihilangkan. Pasalnya keyakinan yang membatasi ini sering kali dapat menghalangi ketegasan kita. Sehingga membuat kita meragukan pikiran dan pendapat kita sendiri.
Intinya menantang keyakinan Anda yang membatasi adalah kunci untuk mempertahankan ketegasan. Ini tentang mempertahankan validitas batasan yang Anda buat sendiri. Proses ini memang tidak nyaman tetapi penting untuk pertumbuhan.
Sebenarnya potensi Anda sangat besar namun belum dimanfaatkan dengan baik. Jadi jangan biarkan keyakinan yang membatasi menghalangi Anda mengekspresikan jati diri Anda yang sebenarnya dan memperjuangkan apa yang Anda yakini.

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
