Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 27 Agustus 2024 | 18.01 WIB

Apakah Menyilangkan Tangan Adalah Sikap Berbohong Seseorang? Berikut Penjelasannya Menurut Lie Detector

Menyilangkan tangan (harcouthealth) - Image

Menyilangkan tangan (harcouthealth)

JawaPos.com- Sebagian besar komunikasi kita digambarkan melalui komunikasi non-verbal. Pada awalnya, ini mungkin tampak seperti pernyataan yang berlebihan, bahkan mungkin tidak masuk akal, namun ini adalah penemuan yang didukung oleh berbagai temuan ilmiah.

Kita berbicara dengan tubuh kita lebih dari yang kita kira. Bertentangan dengan anggapan umum, bahasa tubuh lebih dari sekedar gerakan wajah atau peningkatan kecepatan kedipan. Bahasa tubuh adalah tindakan kita. Ini adalah komunikasi disampaikan orang tanpa menggunakan kata-kata.

Bahasa tubuh adalah teori dari Freudian, bahwa hasrat figuratif sering kali terwujud secara fisik. Ketika seseorang merasa seolah-olah sedang diinterogasi, sifat bawah sadarnya mencoba memperbesar ruang di sekitarnya. Jika pikirannya merasa terpojok, mereka akan berusaha mencari ruang terbuka secara fisik.

Orang secara tidak sadar akan menjauh jika ada sesuatu yang disembunyikan. Hal ini bisa berupa hal kecil seperti condong ke satu arah untuk memperluas jarak antara orang tersebut dan interogator. Mereka mungkin bersandar pada kursinya atau memindahkannya lebih jauh dari meja daripada yang diperlukan.

Menurut liedetectortest.uk yang dikutip oleh JawaPos.com, Selasa (27/8) menyilangkan tangan adalah indikator serupa dari keinginan akan ruang pribadi karena berfungsi sebagai penghalang sementara di sekitar orang tersebut. Ini juga merupakan salah satu tanda terbesar bahwa seseorang mempertahankan sudut pandang defensif, sesuatu yang sangat menunjukkan ketidakjujuran.

Hambatan mental ini juga terlihat ketika seseorang dengan sengaja meletakkan suatu benda di atas meja antara dirinya dan penuduhnya, mungkin secangkir kopi atau laptop. Ini adalah hambatan psikologis yang diwujudkan dalam bentuk fisik.

Seperti disebutkan diatas, menyilangkan tangan adalah indikator terbesar dari sikap defensif, dan tindakan itu sendiri melanggar prinsip bahasa tubuh yang penting. Artinya, kurangnya bahasa tubuh harus dianggap mencurigakan.

Contohnya, ketika kita berbicara, kita secara alami memberi isyarat dengan tangan kita ketika kita menyebutkan hal-hal seperti arah, lokasi, di sana, atas atau bawah, dan lainnya Jika kekurangan isyarat ini terlihat jelas, berarti pembawanya secara sadar mencoba untuk mengontrol bahasa tubuhnya, menunjukkan beberapa jenis rasa bersalah.

Posisi alami tangan seseorang adalah bertumpu di atas meja dengan telapak tangan menghadap ke bawah atau rapat. Terkadang orang mungkin meletakkan telapak tangannya ke atas meskipun posisinya tidak wajar, namun tetap menunjukkan sikap positif.

Saat seseorang berbohong, tangannya mungkin terkepal seolah-olah sedang menyembunyikan sesuatu di dalam tinjunya. Jika bukan tangan yang terkepal, telapak tangan mereka juga bisa “melipat” (menjadi semacam kepalan tangan ringan).

***

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore