Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 27 Agustus 2024 | 16.34 WIB

Salah Satunya Melalui Bahasa Tubuh, Orang yang Berbohong Biasanya Memiliki 10 Ciri Ini Menurut Penelitian

10 ciri orang berbohong. (newportinstitute.com) - Image

10 ciri orang berbohong. (newportinstitute.com)

JawaPos.com- Kebohongan memang sulit untuk terdeteksi, yang hanya bisa mengungkap kebohongan hanyalah waktu saja. Namun ada beberapa ciri yang diperlihatkan oleh orang yang berbohong.

Menurut Vanessa Van Edwards peneliti utama Science of People mengatakan hanya 54 persen kebohongan yang bisa diketahui secara akurat? Selain itu, orang ekstrovert cenderung lebih banyak berbohong daripada introvert.

Dilansir dari laman forensicscolleges.com oleh JawaPos.com, Selasa (27/8), terdapat 10 ciri orang yang berbohong, simak berikut:

  1. Perubahan pola bicara

Salah satu tanda seseorang mungkin tidak mengatakan yang sebenarnya adalah ucapannya yang tidak teratur. Menurut Gregg McCrary, pensiunan profiler kriminal FBI yang dilansir dari Forbes, suara atau cara berbicara seseorang bisa berubah ketika mereka berbohong.

McCrary pertama-tama mengidentifikasi pola bicara dan tingkah laku seseorang dengan mengajukan pertanyaan yang khas dan lugas, seperti siapa nama mereka atau di mana mereka tinggal.

Hal ini memungkinkan dia untuk melihat perubahan apapun dalam cara bicara atau karakteristiknya ketika dia mengajukan pertanyaan yang lebih menantang dan interogatif.

  1. Gestur yang tidak kongruen

Jika seseorang mengatakan ya, tetapi menggeleng tidak, ini mungkin menunjukkan bahwa dia tidak mengatakan yang sebenarnya. Ellen Hendriksen, seorang psikolog klinis di Pusat Kecemasan dan Gangguan di Universitas Boston, dalam Scientific American, gerakan yang tidak kongruen adalah gerakan dalam tubuh yang tidak sesuai dengan kata-kata yang diucapkan seseorang, dan gerakan tersebut adalah penutur kebenaran.

Dalam contoh Dr. Hendricksen, jika seseorang berkata, “Tentu saja saya akan bekerja sama dalam penyelidikan” dan menggelengkan kepala kecil, ada kemungkinan mereka tidak akan mengatakan yang sebenarnya dan hanya mengatakan yang sebenarnya.

  1. Tidak cukup berkata

Ketika diminta untuk menjawab pertanyaan atau memberikan rincian lebih lanjut, biasanya memberikan jawaban yang lebih sedikit dibandingkan mereka yang mengatakan kebenaran.

Hal ini dapat diukur melalui transkrip panggilan telepon, pernyataan saksi, atau diperhatikan dengan tidak adanya kata-kata deskriptif dalam percakapan.

Cara lain peneliti memverifikasi kebenarannya adalah dengan meminta orang menceritakan peristiwa secara terbalik.

Orang yang jujur akan tetap berpegang pada cerita yang sama sambil menawarkan lebih banyak detail, sementara pembohong sering kali tersandung dan membuat cerita berbeda tanpa menambahkan detail pada cerita aslinya.

  1. Terlalu banyak berbicara

Di sisi lain, peneliti dari Harvard Business School menyimpulkan bahwa pembohong mencoba menipu dan menyebarkan kebenaran dengan terlalu banyak kata.

Karena pembohong seperti itu bisa saja mengarang-ngarang, mereka mungkin juga menambahkan detail yang berlebihan untuk meyakinkan diri mereka sendiri atau orang lain tentang apa yang mereka katakan.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore