Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 23 Agustus 2024 | 19.30 WIB

Menurut Psikologi, Pria yang Tak Memiliki Sosok Ayah yang Kuat saat Masih Kecil, Biasanya Menampilkan 8 Perilaku di Kemudian Hari, Apa Saja?

Ilustrasi seorang pria kesepian yang menyendiri dan kurang percaya diri. (Freepik) - Image

Ilustrasi seorang pria kesepian yang menyendiri dan kurang percaya diri. (Freepik)

JawaPos.com - Kehadiran sosok ayah yang kuat dalam kehidupan anak memainkan peranan penting dalam membentuk karakter, nilai, dan kepribadian seorang pria. Bagi mereka yang tumbuh tanpa figur ayah yang kuat, baik karena ketidakhadiran fisik atau emosional, dampaknya bisa terasa di kemudian hari.

Dilansir dari Hack Spirit, terdapat delapan perilaku yang sering muncul pada pria yang mengalami hal tersebut.

1. Kesulitan Menjalin Hubungan yang Stabil

Pria yang tumbuh tanpa sosok ayah yang kuat sering kali kesulitan dalam membangun dan mempertahankan hubungan romantis yang stabil.

Mereka mungkin merasa ragu-ragu atau tidak percaya diri dalam menjalani komitmen jangka panjang karena kurangnya contoh dari sosok ayah yang mampu memberikan cinta, perhatian, dan stabilitas dalam rumah tangga.

2. Tingkat Kepercayaan Diri yang Rendah

Ketidakhadiran seorang ayah yang mendukung bisa membuat seorang pria merasa kurang berharga atau meragukan kemampuan dirinya.

Tanpa bimbingan yang tepat, mereka sering kali tumbuh dengan rasa tidak aman dan sulit merasa percaya diri dalam mengambil keputusan atau berinteraksi dengan orang lain.

3. Kecenderungan untuk Mengambil Risiko Berlebihan

Beberapa pria yang tidak memiliki figur ayah yang kuat cenderung mencari validasi dengan cara-cara yang berisiko.

Mereka mungkin terlibat dalam perilaku yang berbahaya atau impulsif karena keinginan untuk membuktikan diri atau mengisi kekosongan emosional yang mereka rasakan.

4. Kesulitan Menyelesaikan Konflik

Tanpa sosok ayah yang memberikan teladan dalam menangani konflik secara sehat, pria cenderung menghadapi kesulitan saat dihadapkan pada situasi yang menuntut penyelesaian masalah.

Mereka bisa menjadi terlalu agresif, defensif, atau justru menghindari konflik sepenuhnya.

5. Kecenderungan Menjadi Overkompensasi dalam Peran Ayah

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore