
Ilustrasi perempuan yang mudah percaya dengan berita palsu (freepik)
JawaPos.com – Misinformasi dan berita palsu atau hoax menjadi isu besar yang tentu saja kita pernah melihat orang-orang yang dengan mudah memercayai hal tersebut.
Misalnya di media sosial yang dipenuhi dengan foto luar biasa yang dihasilkan dari AI dan diyakini oleh ribuan orang bahkan jutaan orang sebagai nyata.
Ilmu perilaku mengungkapkan bahwa ada ciri-ciri tertentu yang membuat sebagian orang cenderung mempercayai berita palsu sebagaimana dilansir dari laman Global English Editing, Selasa (20/8) sebagai berikut :
1. Tingkat kepercayaan diri yang tinggi
Ilmu perilaku menunjukkan bahwa orang yang mudah percaya berita palsu sering kali menunjukkan rasa bangga yang berlebihan terhadap pengetahuan dan kemampuan mereka sendiri.
Rasa percaya diri yang berlebihan ini dapat membuat mereka lebih rentan terhadap misinformasi sebab mereka tidak merasa perlu untuk memverifikasi informasi yang mereka terima.
Jadi, lain kali Anda menemukan berita yang kedengarannya terlalu bagus untuk menjadi kenyataan maka luangkan waktu untuk memeriksa keasliannya.
2. Kerentanan terhadap biasa konfirmasi
Bias konfirmasi adalah kecenderungan kita untuk mencari dan memercayai informasi yang sejalan dengan keyakinan kita saat ini sambil mengabaikan atau mendiskreditkan apa pun yang bertentangan dengan keyakinan tersebut.
Pasalnya bias konfirmasi dapat membuat kita lebih rentan terhadap misinformasi dan berita palsu. Ini adalah perangkat yang mudah untuk dijebak terutama di era digital ini dimana informasi dapat diperoleh hanya dengan sekali klik.
3. Tingkat literasi digital yang rendah
Pada dasarnya kemampuan kita untuk menjelajahi dunia digital memiliki dampak besar pada kerentanan kita terhadap misinformasi dan berita palsu.
Ilmu perilaku menunjukkan bahwa orang dengan tingkat literasi digital yang rendah yaitu kemampuan mereka menemukan, mengevaluasi dan menggunakan informasi dalam lingkungan digital menjadi lebih cenderung mempercayai berita palsu.
Sebuah studi yang dilakukan oleh Sekolah Pascasarjana Pendidikan Stanford menemukan bahwa lebih dari 80 persen siswa sekolah menengah tidak dapat membedakan antara konten sponsor dan berita nyata.
4. Kebutuhan untuk penutupan kognitif

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
15 Pecel Paling Enak di Surabaya, Cita Rasa Sambal Kacang yang Autentik dan Ragam Lauk Tradisional yang Menggoda Selera
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Wisata Terbaik Dekat Stasiun Pasuruan, Buat Liburan Tak Perlu Jauh Tapi Tetap Seru
12 Tempat Kuliner Soto yang Jadi Favorit di Malang, Soal Rasa Jangan Ditanya Pasti Enak!
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
