
Seorang perempuan menyilangkan tangannya ke depan saat menghadapi lawan bicaranya. (Freepik)
JawaPos.com- Gestur dapat mengungkapkan lebih dari apa yang kita lihat. Di balik gestur seseorang ternyata menyimpan beribu-ribu makna yang tersembunyi. Salah satunya gestur menyilangkan tangan ke depan saat Anda berbicara dengan rekan, teman, didikan Anda atau dan lainnya.
Menyilangkan tangan ke depan tentunya menjadi salah satu gestur yang digunakan oleh seseorang saat mereka berbicara. Tahukah Anda bahwa gestur tersebut bisa mengungkapkan kepribadian seseorang yang sesungguhnya. Apakah menyilangkan tangan berarti mereka seseorang yang sedang marah, takut atau orang yang tertutup?
Dilansir dari laman Wikihow oleh JawaPos.com, Senin (19/8) terdapat beberapa penafsiran tentang kepribadian orang jika dilihat dari cara mereka menyilangkan tangan ke depan, simak berikut ini:
1. Stres atau rasa tidak aman
Ketika seseorang merasa tidak nyaman selama percakapan, atau ketika lawan bicaranya mengatakan sesuatu yang memicu kecemasannya, mereka mungkin menyilangkan tangan sebagai upaya bawah sadar untuk melindungi diri.
Orang juga mungkin menyilangkan tangan saat merasa rendah diri. Intinya, dengan menyilangkan tangan, mereka memeluk diri sendiri.
2. Kemarahan atau sikap defensif
Anda mungkin melihat seseorang menyilangkan tangan ketika mendengar sesuatu yang membuat mereka marah atau kesal, atau ketika mereka tidak setuju dengan apa yang dikatakan. Menyilangkan tangan adalah cara bawah sadar untuk menciptakan penghalang antara Anda dan lawan bicara.
Selain menyilangkan tangan, orang yang sedang kesal mungkin juga akan mengerutkan kening, diam, mengerutkan alis, atau membentak Anda.
3. Tekad atau kesombongan
Anda mungkin melihat orang-orang yang sedang berdebat melipat tangan ke dada. Menyilangkan tangan di depan dada dapat melambangkan kegigihan atau kemenangan. Dan terkadang hanya ego.
4. Alasan praktis
Jika Anda sedang berbicara dengan seseorang dan sepertinya semuanya berjalan baik, namun kemudian mereka menyilangkan tangan, berikan mereka manfaat dari keraguan tersebut.
Contohnya AC mungkin terlalu tinggi, dan mereka mungkin memeluk dada agar tetap hangat. Atau mungkin mereka sedang duduk di kursi tanpa lengan dan perlu menyilangkan tangan untuk menopang bahu.
5. Keterlibatan interaksi, tidak sabaran atau kesal

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
15 Pecel Paling Enak di Surabaya, Cita Rasa Sambal Kacang yang Autentik dan Ragam Lauk Tradisional yang Menggoda Selera
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Wisata Terbaik Dekat Stasiun Pasuruan, Buat Liburan Tak Perlu Jauh Tapi Tetap Seru
12 Tempat Kuliner Soto yang Jadi Favorit di Malang, Soal Rasa Jangan Ditanya Pasti Enak!
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
