
Ilustrasi cinta atau nafsu. (Istimewa)
JawaPos.com–Tidak sedikit orang yang terjebak pada persoalan gagal membedakan soal jenis-jenis perasaan. Imbasnya adalah pada persoalan ekspektasi dan kenyataan yang didapat.
Karena itu, setiap orang harusnya bisa secara cerdas menilai dan membedakan berbagai jenis perasaan atau emosi dalam dirinya. Salah satu yang paling sulit dibedakan adalah antara cinta dan nafsu. Sebab sangatlah penting untuk membangun hubungan yang lebih sehat dan bermakna.
Banyak orang terjebak dan akhirnya kecewa, karena gagal membedakan dua perasaan ini. Sehingga akhirnya berujung pada perasaan kesal, overthinking, marah, depresi, dan tidak sedikit yang bunuh diri.
Tak sedikit muda-mudi yang kesulitan untuk membedakan cinta dan nafsu. Apakah Anda termasuk salah satunya? Agar tak salah kaprah, kenali faktanya dari psikolog di sini!
Tertarik dengan lawan jenis bisa menciptakan perasaan bahagia. Hal ini khususnya jika perasaan Anda tersampaikan dan terbalas dengan baik oleh orang yang diinginkan.
Namun, tahukah Anda apa yang mendasari perasaan tertarik dengan lawan jenis? Apakah itu adalah cinta, atau sekadar nafsu semata?
Membedakan antara cinta dan nafsu sangatlah penting untuk membangun hubungan yang lebih sehat dan bermakna. Mungkin tidak mudah, tetapi memperoleh kejelasan ini dapat berdampak besar pada kesejahteraan emosional Anda.
Karena itu ada sejumlah hal yang wajib diketahui agar tidak salah lagi dalam membedakan cinta dan nafsu.
Pada dasarnya, kita semua pernah mengalaminya, bahwa Anda bertemu seseorang dan langsung ada rasa cinta. Pasalnya nafsu sering kali muncul sebagai ketertarikan fisik yang kuat sejak awal.
Hal ini dikenal sebagai daya tarik magnetis yang mendorong hasrat kuat untuk hubungan fisik. Mungkin terasa seperti cinta pada pandangan pertama tetapi biasanya lebih mengenai fisik daripada emosional. Itu tidak berarti bahwa cinta tidak dapat dimulai dengan percikan ketertarikan fisik.
Namun sebenarnya cinta lebih dari sekadar fisik. Cinta bisa melibatkan ikatan dan koneksi emosional yang melampaui permukaan. Sehingga penting untuk mundur sejenak dan mengevaluasi apakah ada hal lain di balik perasaan Anda selain sekadar hasrat fisik.
Anda mungkin berpikir bahwa terus-menerus berbicara dengan pasangan baik melalui pesan teks, panggilan telepon atau secara langsung adalah tanda cinta yang pasti. Jika pembicaraan Anda cenderung hanya berfokus pada topik biasa dan tidak pernah menyelami topik yang lebih dalam dan pribadi maka pertanda Anda dikuasai nafsu daripada cinta.
Nafsu sering kali berkisar pada kegembiraan dan gairah sesaat tanpa keinginan untuk benar-benar memahami pikiran, ketakutan, mimpi atau pengalaman orang lain. Sebaliknya, cinta melibatkan rasa ingin tahu yang tulus tentang dunia batin pasangan Anda.
Intinya cinta itu ingin memahami sudut pandang mereka, masa lalu mereka dan harapan mereka untuk masa depan.
Hubungan yang berkembang cepat dapat terjadi karena pelepasan hormon seks seperti oksitosin dan vasopresin selama momen intim sehingga dapat menciptakan rasa ketertarikan atau kedekatan instan. Namun cinta sejati justru membutuhkan waktu untuk berkembang saat Anda saling mengenal dan membangun fondasi yang kuat.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
