Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 9 Agustus 2024 | 17.45 WIB

Perempuan yang Berkelas Biasanya Sangat Menghindari Melalukan Hal Ini di Depan Umum

Orang yang dinilai sebagai old money. (freepik) - Image

Orang yang dinilai sebagai old money. (freepik)

JawaPos.com – Anda mungkin berpikir bahwa, menjadi berkelas adalah tentang jenis pakaian yang Anda kenakan atau mobil yang Anda kendarai, pekerjaan yang Anda miliki atau rumah yang Anda tinggali.

Sebenarnya, menjadi berkelas jauh lebih sederhana daripada itu, dan sekaligus jauh lebih rumit. Ini semua tentang perilaku Anda. Terutama saat Anda berada di sekitar orang lain.

Dalam artikel yang dikutip dari Hack Spirit, Jumat (9/8), mari kita cari tahu 6 hal yang biasanya sangat dihindari oleh perempuan berkelas di depan umum.

1. Berbicara keras tentang masalah pribadi

Keanggunan adalah soal kebijaksanaan. Tidak, Anda jelas tidak seharusnya menyimpan semua masalah Anda sendiri.

Namun, Anda harus tahu kapan memilih waktu dan tempat untuk membagikannya, dan yang lebih penting, orang yang Anda pilih untuk bercerita merupakan hal yang paling penting di sini.

Untuk menjadi wanita berkelas, Anda harus hati-hati memilih subjek dan konteks saat Anda akan membeberkan masalah pribadi. Itu semua ada aturannya.

2. Membicarakan hal-hal yang tidak berguna di belakang orang lain

Kita semua pasti suka bergosip sesekali. Kita semua suka membocorkan rahasia atau mendengar tentang drama hubungan.

Ini mendebarkan, menghibur, dan yang lebih penting, ini mungkin akan mempererat hubungan. Padahal nyatanya, tidak sama sekali, sungguh.

Psikolog berpendapat bahwa gosip sebenarnya berfungsi sebagai mekanisme pengikat dalam kelompok sosial, ini seperti proses perawatan di antara monyet.

Frank T. McAndrew PhD, Profesor Psikologi Cornelia H. Dudley di Knox College, mengatakan, berbagi gosip dengan orang lain merupakan tanda kepercayaan yang mendalam karena Anda memberi isyarat bahwa Anda percaya orang ini tidak akan menggunakan informasi sensitif ini dengan cara yang akan berdampak negatif bagi Anda.

Namun di sinilah inti masalahnya. Ada perbedaan antara berbagi informasi dan membicarakan keburukan seseorang di belakang.

Yang pertama berfungsi sebagai hiburan dan aktivitas yang mempererat hubungan, sedangkan yang kedua datang dari tempat yang penuh kebencian.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore