
Ilustrasi seseorang yang berhadapan dengan orang yang terlihat menawan di dunia maya namun sebenarnya sangat manipulatif di dunia nyata. (Freepik)
JawaPos.com - Di balik senyum manis dan sikap ramah, beberapa orang bisa memiliki niat tersembunyi yang tidak selalu terlihat di permukaan. Manipulator adalah individu yang cerdik dalam menggunakan berbagai taktik untuk mengendalikan orang lain demi keuntungan pribadi mereka.
Manipulator sering kali bersembunyi di balik topeng keramahan dan kepedulian, membuat kita sulit mengenali motif sebenarnya. Memahami kebiasaan-kebiasaan manipulatif ini penting agar kita dapat melindungi diri dari pengaruh negatif mereka dan menjaga kesehatan mental serta emosional kita.
Melansir Geediting, berikut adalah sembilan kebiasaan yang sering dilakukan oleh manipulators yang tampak ramah namun ternyata sangat manipulatif.
1. Pujian Berlebihan
Manipulator seringkali memberikan pujian yang berlebihan untuk merayu dan membuat Anda merasa terikat. Pujian yang tampaknya tulus ini sebenarnya memiliki tujuan untuk mendapatkan sesuatu dari Anda.
Dengan membanjiri Anda dengan kata-kata manis, mereka mencoba menciptakan rasa hutang budi, sehingga Anda merasa harus membalas kebaikan mereka di kemudian hari.
2. Bermain Sebagai Korban
Mereka cenderung berperan sebagai korban dalam berbagai situasi untuk memanipulasi emosi Anda. Dengan begitu, Anda akan merasa kasihan dan terpaksa memberikan bantuan atau simpati.
Taktik ini digunakan untuk menghindari tanggung jawab dan memindahkan beban emosional kepada Anda, sehingga Anda merasa bertanggung jawab atas kebahagiaan mereka.
3. Pertukaran Tidak Timbal Balik
Manipulator sering meminta bantuan atau layanan dari Anda tanpa niat untuk membalas budi. Mereka hanya peduli dengan keuntungan pribadi tanpa memikirkan kepentingan Anda. Dalam hubungan yang sehat, ada keseimbangan dalam memberi dan menerima, tetapi manipulators hanya fokus pada apa yang bisa mereka dapatkan dari Anda.
4. Membuat Anda Merasa Bersalah
Dengan membuat Anda merasa bersalah, manipulators dapat mengendalikan tindakan dan keputusan Anda. Mereka menggunakan rasa bersalah sebagai alat untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan.
Mereka mungkin mengingatkan Anda tentang kesalahan masa lalu atau menuduh Anda tidak cukup peduli, sehingga Anda merasa harus mematuhi permintaan mereka untuk menebus rasa bersalah tersebut.
5. Mengaburkan Realitas (Gaslighting)

7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
18 Kuliner Mie Ayam di Yogyakarta yang Rasanya Autentik Tapi Harganya Cocok untuk Semua Kalangan Masyarakat
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
