Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 29 Juli 2024 | 02.02 WIB

Desainer Anne Avantie soal Hari Kebaya Nasional: Jadi Simbol Kebangkitan Perempuan Indonesia

MAESTRO: Anne Avantie meramaikan acara puncak Hari Kebaya Nasional di Istora Senayan pada Rabu (24/7). (SALMAN TOYIBI/JAWA POS) - Image

MAESTRO: Anne Avantie meramaikan acara puncak Hari Kebaya Nasional di Istora Senayan pada Rabu (24/7). (SALMAN TOYIBI/JAWA POS)

Anne Avantie, maestro kebaya kontemporer tanah air, menyambut gembira perayaan Hari Kebaya Nasional Rabu (24/7) lalu. Sebagai desainer, dia punya kedekatan luar biasa dengan kebaya. Kebaya juga menemani kariernya di jagat fashion selama 37 tahun terakhir.

Perempuan kelahiran Semarang itu menceritakan bahwa berkat kebayalah dirinya bangkit lewat UMKM. ”Tak banyak orang tahu ketika saya hampir tenggelam ditelan ombak, ditelan gelombang pasang. Sungguh tidak mudah. Akhirnya saya mendirikan dermaga tempat berkarya bersama UMKM itu,” tuturnya.

Kebaya melibatkan banyak orang dalam produksinya. Mulai perancang, perajin, hingga sektor turunan kebaya lainnya. Misalnya, pembatik, pembordir, penjahit, pembuat aksesori, penenun, sampai para penjual kebaya.

Perempuan Indonesia saat ini tidak perlu lagi berjuang dengan memanggul senapan, tapi berjuang di industri kreatif kebaya Indonesia,” ungkapnya.

ATRAKTIF: Peserta Hari Kebaya Nasional memainkan angklung dari tribun Istora Senayan, Jakarta, Rabu (24/7). (SALMAN TOYIBI/JAWA POS)

Senada dengan Anne, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menuturkan pentingnya kemajuan industri kebaya dan UMKM di dalamnya. ”Kebaya menjadi bagian dari simbol industri pakaian, kain, tekstil di dalam negeri dan industri kebaya ini local content-nya 100 persen. Banyak kain diproduksi di seluruh wilayah Indonesia dengan alat tenun bukan mesin yang punya ciri khas,” urainya saat pembukaan Kowani Expo pada Selasa (23/7).

Hubungan antara kebaya dan perempuan, kata Airlangga, sangat erat. Khususnya sebagai kekuatan industri kecil dan menengah. Mayoritas sektor itu digerakkan perempuan. Untuk mendukung itu, pemerintah menyediakan pelatihan dan kredit usaha.

”Pemerintah menyiapkan kredit usaha rakyat (KUR) untuk UMKM, nol sampai Rp 10 juta. Itu bunganya rendah hanya 3 persen dan itu 90 persen diakses ibu-ibu,” ujarnya.

Lebih lanjut, dia mengatakan bahwa ada kredit senilai Rp 10 juta sampai Rp 100 juta yang bisa diakses tanpa jaminan dengan bunga 6 persen dan disubsidi pemerintah. Jenis kredit lain yang disediakan KUR bernilai Rp 100 juta sampai Rp 500 juta. ”Total dana yang disediakan Rp 270 triliun dan silakan ibu-ibu mengakses kredit tersebut,” tandasnya. (dee/c19/hep)

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore