Ilustrasi pria yang mengalami Quarter Life Crisis
JawaPos.com - Quarter Life Crisis adalah fase yang umum dialami oleh kamu muda-mudi, namun kalian tetap harus mengetahui cara untuk mengatasi krisis paruh baya ini. Krisis paruh baya ini biasa terjadi pada muda-mudi dengan rentang usia 20-30th.
Namun tidak selalu akan terjadi kepada semua orang, ada juga yang tidak mengalami hal ini. Semuanya tergantung dengan pola pikir kita. Karena itu ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi quarter life crisis.
1. Jangan bandingkan diri sendiri dengan orang lain
Membandingkan diri sendiri dengan orang lain adalah hal yang sangat harus dihindari, karena setiap orang memiliki gaya, target dan tujuan hidup yang berbeda. Setiap orang memiliki perjalanan hidup yang berbeda-beda, dari sekian banyak manusia di dunia ini tidak ada yang jalan hidupnya sama persis.
Membandingkan diri dengan orang lain hanya akan menimbulkan iri hati, kecemburuan dan rasa rendah diri. Fokuslah pada kemajuan dan pencapaian diri, bandingkanlah dirimu yang sekarang dengan dirimu yang dulu.
Jangan lupa untuk mensyukuri dan merayakan setiap langkah kecil maupun besar yang kamu capai. Juga maafkan dirimu sendiri jika ada hal yang tidak berhasil kamu capai. Memaafkan diri sendiri juga sama pentingnya dengan memaafkan orang lain.
2. Susun rencana dan eksekusi
Setiap pagi setelah bangun tidur selalu ucapkan afirmasi positif untuk dirimu, hipnotis dirimu agar menjadi pribadi yang optimis dan realistis. Buatlah rencana untuk hari itu, lebih baik jika ditulis di buku karena apapun yang kita tulis akan lebih mudah terserap oleh otak kita.
Rencana yang perlu dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut dan mulailah dengan langkah yang kecil untuk mewujudkannya. Disiplin dan konsistensi adalah kunci untuk mencapai kesuksesan.
3. Cari lingkungan yang mendukung
Sewaktu kecil mungkin kita sering mendengar ucapan orang tua berupa “jangan pilih-pilih dalam berteman”. Namun seiring kita tumbuh dewasa ternyata “memilih teman” itu sangat perlu dilakukan.
Hiduplah dalam lingkungan maupun komunitas yang suportif dan penuh dengan orang-orang positif. Bergabunglah dengan komunitas yang memiliki tujuan dan nilai yang sama denganmu.
Teman atau sahabat juga sangat diperlukan untuk membantumu jika sedang melalui fase hidup yang sulit. Konseling dengan psikolog juga perlu dilakukan jika kamu rasa tidak ada lagi orang yang bisa mendengarkan dan mengerti kamu.
4. Keluar dari hubungan toxic

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
12 Rekomendasi Mall Terbaik di Tangerang 2026: Destinasi Belanja, Kuliner & Lifestyle Favorit
Update Klasemen Usai MotoGP Catalunya 2026: Jorge Martin Gigit Jari, Bezzecchi Masih Tak Tersentuh
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Catalunya 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama Start P20
