Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 19 Juli 2024 | 22.20 WIB

7 Alasan Kakek-nenek Jadi Favorit Para Cucu Dibanding Ketika Menjadi Orang Tua Menurut Psikologi

ilustrasi kakek dan nenek yang sedang makan./Sumber foto: Freepik - Image

ilustrasi kakek dan nenek yang sedang makan./Sumber foto: Freepik

JawaPos.com - Pernahkah bertanya anak-anak lebih senang berinteraksi dengan kakek-neneknya dibanding orang tua mereka. 

Citra kakek-nenek yang menyenangkan itu seperti di film-film atau buku yang dibaca. Lantas, apa yang menyebabkan hal itu?

Dikutip dari Ideapod, Jumat (19/7), terdapat tujuh alasan kakek-nenek tampak lebih menyenangkan bergaul dengan cucunya. Mereka selalu menjadi aktor favorit cucu saat tiba di rumah. Mereka membawa kehangatan dalam keluarga. Berikut adalah 7 alasan kakek-nenek jadi favorit cucunya.

1) Mereka telah belajar untuk menerima kesabaran

Orang yang sudah menjadi kakek-nenek tentu pernah merasakan menjadi orang tua. Sebagai orang tua, mereka mungkin sering merasa tergesa-gesa, kewalahan, atau gelisah. Tekanan yang terus-menerus ini dapat menyebabkan emosi yang meledak-ledak dan keputusan yang tergesa-gesa.

Namun, sebagai kakek-nenek, mereka tampaknya telah mempelajari seni kesabaran. Urgensi yang pernah menjadi ciri khas mereka dalam mengasuh anak telah digantikan dengan irama yang tenang dan mantap.

2) Mereka mungkin bukan orang tua yang 'menyenangkan'

Saat menjadi orang tua, kakek-nenek mungkin berfokus pada penetapan batasan, penegakan aturan, dan penanaman disiplin. Anak-anak mereka mungkin mengingat mereka sebagai orang yang sangat disiplin, orang tua yang lebih sering mengatakan 'tidak' daripada 'ya'.

Namun, sebagai kakek-nenek, mereka tampak penuh dengan kegembiraan dan tawa. Merekalah yang menciptakan permainan, memanjakan cucu-cucu mereka dengan makanan ringan, dan secara umum menikmati semua kegiatan menyenangkan yang dulu mereka hindari sebagai orang tua. Perubahan ini bisa sangat mengejutkan bagi mereka yang ingat sikap tegas mereka sebagai orang tua.

3) Mereka menunjukkan lebih banyak empati

Saat orang sudah menjadi kakek-nenek, mereka tampaknya lebih mengutamakan hubungan emosional daripada prestasi. Mereka lebih memahami perasaan cucu-cucu mereka dan menunjukkan pemahaman yang lebih baik tentang emosi mereka. Mereka menawarkan kenyamanan selama masa-masa sulit dan merayakan kegembiraan kecil dengan antusiasme yang tulus.

4) Mereka berperan sebagai pendongeng

Di masa-masa mengasuh anak, mereka mungkin terlalu sibuk dengan kesibukan hidup hingga tidak sempat berbagi cerita pribadi atau kisah keluarga. Namun, sebagai kakek dan nenek, mereka menikmati peran sebagai pendongeng , menuturkan kisah-kisah tentang masa muda mereka, sejarah keluarga, atau bahkan kisah tentang orang tua cucu mereka saat mereka masih muda.

Ini lebih dari sekadar cara yang menyenangkan untuk menghabiskan waktu. Bercerita memainkan peran penting dalam komunikasi dan hubungan antarmanusia dan semakin mendekatkan diri dengan cucu-cucunya.

5) Mereka mengakui kesalahan masa lalu

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore