Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 12 Juli 2024 | 15.52 WIB

Ucapkan Selamat Tinggal 6 Perilaku Ini, Jika Tujuan Anda Adalah Hidup Lebih Bahagia

Ilustrasi perempuan yang bahagia (freepik) - Image

Ilustrasi perempuan yang bahagia (freepik)

JawaPos.com – Mencapai kebahagiaan bagi beberapa orang, terkadang diakui sangat sulit untuk dicapai.

Namun, kebahagiaan bukan hanya sekadar mengalami saat-saat bahagia saja, tetapi tentang merasakan kepuasan dan keutuhan dalam hidup.

Alhasil, dalam prosesnya ada hal-hal besar yang menghalangi jalan seseorang dalam menuju kebahagiaan.

Meski demikian, ternyata ada beberapa perilaku yang tanpa kita sadar menghambat kita dalam mencapai kebahagiaan hidup.

Kira-kira, saja perilaku-perilaku tersebut? Dilansir dari laman The Expert Editor, Jumat (12/7), berikut beberapa perilaku yang menghambat Anda mencapai kebahagiaan dalam hidup diantaranya:

  1. Anda terus-menerus berusaha untuk mencapai kesempurnaan

Salah satu perilaku yang membuat kita tidak bahagia adalah selalu berjuang untuk mencapai kesempurnaan. Dalam mengejar kesempurnaan, kita tanpa sadar merampas kebahagiaan sejati dari diri kita sendiri.

Hal ini disebabkan karena ketika kita terus-menerus berusaha mencapai kesempurnaan maka kita tidak akan pernah benar-benar puas dengan apa yang kita miliki. Kita bahkan hanya fokus mengejar sesuatu yang lebih banyak dan lebih baik.

Perasaan tidak puas yang terus-menerus ini dapat menyebabkan stres, kecemasan, dan perasaan gagal yang mana semua ini tidak dapat mendatangkan kebahagiaan.

  1. Anda selalu membandingkan diri sendiri dengan orang lain

Dalam ilmu psikologis ada istilah teori perbandingan sosial. Teori ini adalah konsep psikologis yang menjelaskan kecenderungan kita untuk membandingkan diri kita dengan orang lain.

Sebenarnya tidak masalah jika perbandingan ini dapat memotivasi kita menjadi lebih baik. Namun jika hal itu bisa menjadi racun ketika kita mulai membandingkan kehidupan kita di balik layar dengan orang lain di media sosial.

Perbandingan terus-menerus ini sering kali mengakibatkan ketidakpuasan, kecemburuan dan harga diri yang rendah. Semua ini juga bukan resep untuk mendapatkan tujuan hidup yang bahagia.

  1. Anda tidak mempraktikkan belas kasih terhadap diri sendiri

Kasih sayang terhadap diri sendiri adalah tentang bersikap pengertian dan memaafkan terhadap diri sendiri sama seperti Anda bersikap terhadap teman. Ini juga tentang mengakui bahwa Anda adalah manusia dan pasti melakukan kesalahan.

Penelitian menunjukkan bahwa rasa belas kasih terhadap diri sendiri sebenarnya berkontribusi pada ketahanan, motivasi dan pertumbuhan pribadi. Bahkan rasa iba ini juga bisa mengurangi stres dan meningkatkan kesehatan mental.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore