Ada yang menyilangkannya ke depan, ke belakang dengan dua posisi tangan yang sama atau mungkin hanya salah satunya saja.
Namun, tahukah Anda bahwa kepribadian orang dapat disimpulkan dari kebiasaan menyilangkan tangannya ketika berdiri?
Berikut akan dikupas mengenai kepribadian orang berdasarkan kebiasaannya menyilangkan tangan saat berdiri, dikutip dari Jagran Josh, Senin (8/7).
1. Kepribadian Menyilangkan Lengan: Satu Lengan Disilangkan di Depan
Bagi Anda yang biasa menyilangkan satu lengan di depan, ciri-ciri kepribadiannya biasa sedang bersikap defensif, sedih, atau tegang. Seseorang mencoba menghibur diri sendiri, terutama di ruangan yang penuh dengan orang banyak.
Kepribadian mereka juga menggambarkan tengah mencoba membangun penghalang karena mereka merasa tidak mampu atau tidak aman. Bisa jadi karena merasa malu karena terlalu banyak orang yang melihat mereka yang membuat mereka ingin bersembunyi.
Terutama, selama percakapan, jika seseorang menyilangkan satu lengan di depan, itu adalah isyarat bahwa sesuatu yang dikatakan telah membuat mereka merasa tidak nyaman dan defensif.
Gerakan ini merupakan tanda ketidakamanan, keraguan, kecemasan, stres, dan rasa malu. Orang yang canggung secara sosial atau introvert sering membuat gerakan lengan ini. Mereka mungkin tersenyum agar terlihat nyaman dan percaya diri, tetapi gaya menyilangkan lengan mereka mengatakan sebaliknya.
2. Kepribadian Menyilangkan Lengan: Mencengkeram Kedua Tangan di Depan
Saat seseorang menyilangkan kedua tangannya di depan di atas selangkangan atau perut, ciri-ciri kepribadian mereka mengungkapkan sedang merasa rentan dan gugup tetapi harus tampak percaya diri di depan umum.
Biasanya, orang dengan kebiasaan ini tidak suka merasa terekspos sehingga kebanyakan pria akan menggenggam kedua tangannya di depan. Berdasarkan bahasa tubuh, ini bukanlah posisi yang percaya diri.
Biasanya, orang yang merasa tidak aman dalam diri mereka sendiri mengadopsi gerakan lengan ini. Bahasa tubuh semacam ini juga mengungkapkan beberapa 'pengekangan diri' karena seseorang tidak percaya diri atau merasa gugup, atau takut.
Kecuali jika seseorang berada di antara pertemuan atau fungsi sosial di mana seorang tokoh berwibawa sedang tampil, gerakan ini adalah tampilan yang jelas dari stres dan emosi yang tegang. Gerakan ini harus dihindari jika seseorang ingin terlihat percaya diri dan tegas.
3. Kepribadian Menyilangkan Lengan: Menjepit Kedua Tangan di Belakang Punggung
Jika seseorang menggenggam kedua tangan di belakang punggungnya, ciri-ciri kepribadiannya mengungkapkan tidak peduli dengan apa yang orang lain katakan atau lakukan. Memegang tangan mereka dengan ringan menunjukkan rasa percaya diri dan kebanggaan pada identitas diri sendiri.
Isyarat ini tidak sama dengan isyarat meyakinkan diri sendiri. Isyarat ini juga merupakan posisi terbuka di mana tubuh sepenuhnya terekspos yang memberi tahu bahwa orang tersebut benar-benar rileks dan nyaman dengan diri mereka sendiri.
Mereka percaya diri dan tidak menunjukkan tanda-tanda takut akan kerentanan. Sebaliknya, mereka menunjukkan superioritas, kekuatan, dan kepercayaan diri.
Orang seperti itu menuntut rasa hormat dan menunjukkan otoritas. Namun, isyarat ini ketika dilakukan oleh seseorang di rantai hierarki yang lebih rendah menunjukkan frustrasi dan kebencian. Isyarat seperti itu biasanya digunakan oleh para pemimpin, polisi, CEO, guru, atau siapa pun yang merupakan figur otoritas atau menunjukkan otoritas.
4. Kepribadian Menyilangkan Lengan: Menjepit Satu Lengan di Belakang Punggung
Jika seseorang menggenggam satu lengan di belakang punggungnya, ciri-ciri kepribadian mereka mengungkapkan bahwa orang tersebut merasa kecil dan kurang percaya diri. Mereka menunjukkan ketundukan dan kurangnya kekuatan.
Mereka mungkin juga mencoba menghibur diri sendiri. Semakin erat dan tinggi cengkeraman pada satu lengan, semakin orang itu gelisah, gugup, frustrasi, dan stres. Gerakan ini biasanya menyiratkan bahwa orang tersebut mencari kenyamanan dan perasaan aman untuk dapat bersantai.
Biasanya, orang yang merasa cemas dalam suasana kelompok atau di sekitar figur otoritas akan melakukan gerakan menyilangkan tangan ini.
Remaja dan anak-anak yang tidak yakin dengan jawaban mereka atau merasa takut juga akan berdiri dalam gerakan menyilangkan tangan ini. Seseorang harus belajar untuk menghindari gerakan lengan ini dan mengadopsi gaya menyilangkan tangan di belakang punggung dengan telapak tangan ke telapak tangan untuk merasa lebih tenang dan terkendali.