
Ilustrasi Kedua Pasangan Sedang melangsungkan Pernikahan (Freepik)
JawaPos.com - Fenomena malas menikah terjadi secara global. Indonesia bukan satu-satunya negara yang penduduknya semakin malas menikah. Entah itu menunda atau bahkan tidak ingin menikah sama sekali.
Negara lain seperti Korea Selatan dan Tiongkok juga mengalami fenomena yang sama. Belum lama ini, badan statistik Korea merilis penelitian yang menemukan bahwa hanya 27,5 persen perempuan muda berusia 20-an tahun yang mau menikah.
Artinya hanya ada satu dari empat perempuan muda Korea Selatan yang mau menikah. Fenomena yang sama juga terjadi di Tiongkok. Di sana gaya hidup lajang semakin meluas di kalangan masyarakat setempat.
Di Indonesia konsep pernikahan semakin dipertanyakan terutama oleh generasi muda. Generasi Z yang dikenal dengan semangat dan keberaniannya untuk menantang norma-norma sosial, sedang mendefinisikan ulang konsep sebuah hubungan.
Mereka tidak mengikuti jalur yang sudah ada, melainkan menciptakan aturan mereka sendiri. Banyak dari mereka menyatakan bahwa pernikahan bukanlah pilihan yang menarik.
Pandangan tentang pernikahan sebagai komitmen seumur hidup antara dua orang telah bergeser ke pemahaman yang lebih fleksibel tentang sebuah hubungan. Menurut laporan yang dikutip dari Chanel YouTube @EsensiTV, ada beberapa alasan Gen Z tidak tertarik untuk menikah.
1. Bukan prioritas utama
Gen Z lebih menghargai penemuan jati diri dan seringkali melihat pernikahan sebagai penghalang daripada batu loncatan. Gagasan untuk terikat secara hukum dengan satu orang seumur hidup mungkin terasa membatasi di dunia yang menghargai kebebasan dan otonomi pribadi.
2. Faktor finansial
Gen Z tumbuh di era perubahan ekonomi dan sosial yang signifikan. Mereka telah melihat tekanan finansial dan dampak emosional dari perceraian. Tidak hanya di komunitas mereka, tetapi juga dalam keluarga sendiri.
Tingginya angka perceraian dan perselisihan hukum yang sering terjadi membuat mereka skeptis terhadap janji cinta abadi dan kebahagiaan yang sering dikaitkan dengan pernikahan. Kemandirian finansial juga menjadi faktor penting.
3. Ketakutan dan terlalu hati-hati
Keberagaman hubungan juga menunjukkan perubahan zaman. Hubungan terbuka, percintaan jarak jauh, dan hidup bersama tanpa menikah menjadi lebih umum. Aturan ini mencerminkan pergeseran ke arah mendefinisikan hubungan sesuai keinginan mereka sendiri daripada mengikuti harapan masyarakat.
Pernikahan bagi banyak kalangan Gen Z hanyalah salah satu dari banyak pilihan. Belum tentu merupakan pilihan yang paling menarik. Data terbaru yang dikeluarkan Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkap bukti bahwa semakin banyak warga Indonesia yang malas menikah.
Menurut Laporan Statistik Indonesia 2024, ada tren penurunan jumlah perkawinan yang cukup signifikan dalam enam tahun terakhir. Penurunan paling drastis terjadi dalam tiga tahun terakhir.

15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
Diperiksa 2 Jam soal Penyalahgunaan AI, Freya JKT48 Serahkan Bukti Akun Baru ke Polisi
104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
