Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 30 Juni 2024 | 05.03 WIB

Menurut Psikologi, Orang yang Tumbuh dengan Sedikit Kasih Sayang Cenderung Memiliki 9 Sifat Ini Saat Dewasa

Ilustrasi orang yang tumbuh dengan sedikit kasih sayang (Pixabay/Shimabdinzade) - Image

Ilustrasi orang yang tumbuh dengan sedikit kasih sayang (Pixabay/Shimabdinzade)

JawaPos.com – Tumbuh dengan kurangnya kasih sayang dapat berdampak signifikan pada diri kita saat dewasa. Menurut psikologi, individu yang merasakan sedikit kehangatan dan kasih sayang saat bertumbuh dewasa, sering kali memiliki karakteristik tertentu di kemudian hari.

Ciri-ciri ini tidak dapat ditentukan secara pasti, tetapi merupakan pola yang dapat diamati dan dapat membantu kita memahami diri sendiri serta orang lain dengan lebih baik.

Dilansir JawaPos.com dari laman Hack Spirit, Sabtu (29/6), berikut sembilan ciri orang dewasa yang selama bertahun-tahun bertumbuh hanya dengan sedikit kasih sayang.

  1. Kesulitan membentuk keterikatan atau kasih sayang

Kurangnya kasih sayang selama masa kanak-kanak dapat menyulitkan individu untuk membentuk hubungan yang bermakna di kemudian hari. Jika hal ini tidak ada, maka akan menyebabkan kesulitan dalam membentuk ikatan yang aman.

Menurut John Bowlby, psikolog Inggris yang terkenal dengan karyanya mengenai teori keterikatan, anak-anak yang merasakan kehangatan dan kasih sayang yang konsisten di awal kehidupannya lebih mungkin mengembangkan keterikatan yang aman di masa dewasa.

Namun, perlu diingat bahwa ini bukanlah aturan mutlak, karena manusia mempunyai kapasitas untuk ketahanan dan perubahan. Banyak juga orang yang tumbuh dengan sedikit kasih sayang mampu membentuk hubungan yang sehat saat dewasa, baik melalui terapi atau cara lainnya.

  1. Kemandirian yang salah karena terlalu berlebihan

Tumbuh tanpa banyak kasih sayang sering kali berarti belajar untuk sengat bergantung pada diri sendiri. Hal ini dapat menimbulkan rasa kemandirian yang kuat dan dapat menjadi kekuatan sekaligus tantangan.

Namun, seiring berjalannya waktu, kemandirian ekstrem ini dapat membuat seseorang terisolasi. Hal ini dapat menghalangi seseorang untuk menjalin hubungan yang mendalam dengan orang lain dan menerima dukungan ketika ditawarkan.

Menurut psikologi, kemandirian yang berlebihan ini umum terjadi di antara mereka yang kurang mendapatkan kasih sayang saat tumbuh dewasa. Ini merupakan mekanisme koping, yakni cara melindungi diri dari kekecewaan karena kebutuhan yang tidak terpenuhi.

  1. Sensitivitas terhadap penolakan yang tinggi

Mereka yang tumbuh dengan sedikit kasih sayang sering kali mengembangkan kepekaan yang tinggi terhadap penolakan. Menurut psikologi, sensitivitas ini berkaitan dengan ketakutan akan ditingkatkan yang berasal dari tidak menerima cinta dan perhatian yang konsisten selama masa kanak-kanak.

Dalam sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Personality and Social Psychology, ditemukan bahwa orang-orang yang merasa ditolak atau tidak dicintai selama masa kanak-kanak cenderung mendeteksi tanda-tanda penolakan yang samar dalam hubungan mereka saat dewasa.

Mereka sangat waspada dan sering kali menafsirkan perilaku yang tidak jelas sebagai penolakan. Sensitivitas ini dapat menyebabkan munculnya pola perilaku self-protective behaviors dan kesulitan dalam mempercayai orang lain.

  1. Menjadi pendiam secara emosional

Tumbuh tanpa banyak kasih sayang sering kali dapat menyebabkan individu menjadi pendiam secara emosional di masa dewasanya. Ini berarti menjaga perasaan tetap tertutup, tidak siap mengungkapkan emosi atau berbagi perasaan pribadi dengan orang lain.

Sifat ini seringkali berkembang sebagai mekanisme koping dari kekecewaan atau rasa sakit hati yang dialami di masa kanak-kanak. Sikap pendiam secara emosional ini tidak berarti kurangnya perasaan, tetapi mereka hanya merasa sulit untuk mengungkapkannya secara terbuka.

  1. Mendambakan kasih sayang

Mereka yang tumbuh dengan sedikit kasih sayang sering kali memiliki keinginan yang kuat untuk hal tersebut di masa dewasanya. Keinginan ini dapat terwujud dalam berbagai cara, ada yang berupa keinginan untuk terus-menerus diyakinkan oleh pasangan atau teman-temannya.

Editor: Edi Yulianto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore