
Ilustrasi orang lanjut usia (lansia) Sumber foto: freepik.com
JawaPos.com—Ketika memasuki usia senja, tingkat energi akan mengalami penurunan. Orang yang sudah lanjut usia (lansia) pun sering mengalami kesulitan untuk tidur.
Dikutip dari hellosehat.com, para ahli berpendapat bahwa insomnia adalah salah satu gejala penuaan yang normal dan umum terjadi pada lansia. Orang yang berusia diatas 65 tahun sering mengalami sulit tidur nyenyak, atau hanya bisa tidur selama beberapa jam saja karena tiba-tiba terbangun di tengah malam.
Para ahli juga menemukan alasan mengapa lansia menjadi sulit tidur. Menurut sebuah penelitian dalam jurnal Neuron, seiring pertambahan usia, durasi tidur nyenyak akan semakin berkurang.
Bahkan, proses penuaan tersebut sudah mulai sejak orang menginjak usia 20-an. Maka tidak heran bahwa ketika memasuki usia paruh baya, seseorang jadi sering terbangun hingga beberapa kali di tengah malam dan kesulitan untuk kembali tidur lagi.
Hal tersebut bisa terjadi terus-menerus hingga mencapai usia lanjut. Dalam penelitian tersebut, para ahli menemukan bahwa penyebab susah tidur pada lansia adalah penurunan fungsi otak.
Agar bisa tidur dengan nyenyak, manusia akan menerima sinyal rasa lelah dan mengantuk yang dikirim oleh berbagai zat kimia dalam otak. Namun pada lansia, kinerja neuron otak mulai melemah sehingga sinyal lelah dan mengantuk tidak diterima dengan baik.
Nah, walaupun susah tidur yang dialami lansia merupakan bagian dari proses penuaan dn tergolong normal, namun sebaiknya tetap berusaha diatasi karena lansia harus beristirahat dengan cukup untuk menjaga keadaan tubuhnya.
Berikut ini beberapa tips yang dapat dilakukan untuk mengatasi kesulitan tidur atau insomnia, dilansir dari hellosehat.com:
Kebiasaan tidur siang pada lansia bisa jadi merupakan salah satu penyebab insomnia. Hal tersebut bisa terjadi apalagi jika tidur siang dilakukan dalam durasi yang cukup lama sehingga tidak mengantuk pada malam hari.
Kalau memang diperlukan, sebaiknya tidur siang dilakukan dengan durasi yang tidak terlalu lama misalnya 30 menit hingga tidak lebih dari 1 jam.
Selain itu, usahakan untuk menghindari tidur ketika sudah menjelang sore atau mendekati malam hari. Hal tersebut yang akhirnya akan memengaruhi jam tidur pada malam hari.
Mengubah kebiasaan tidur memang perlu melewati proses percobaan yang tidak selalu langsung berhasil. Namun, cara ini patut untuk dicoba karena jika sudah menemukan kebiasaan tidur yang tepat, susah tidur pada lansia akan sedikit demi sedikit bisa teratasi.
Tiap orang memiliki kebiasaan tidur yang berbeda-beda. Namun, beberapa hal yang dapat membantu yaitu dengan menghindari aktivitas dengan cahaya seperti menonton televisi atau memainkan gadget sebelum tidur.
Selain itu, mengatur kondisi kamar menjadi gelap dan tenang juga bisa membantu. Jika ada suara-suara yang dapat mengganggu, baiknya juga dikeluarkan dulu dari kamar.
Makanan menjadi hal yang tidak bisa dipisahkan dengan keadaan fisik maupun psikis seseorang. Pola makan ternyata juga dapat memengaruhi pola tidur.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Awas Macet! Besok Ribuan Buruh Demo May Day di Surabaya, Ini Jalan yang Perlu Dihindari
