Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 14 Juni 2024 | 17.00 WIB

Kepribadian Langka INFJ pada Anak, Benarkah Anak dengan Kepribadian INFJ Sering Merasa Kesepian?

Pengabaian emosional masa kanak-kanak yang tidak dapat disembuhkan, kecuali berdamai dengan diri dan keadaan. - Image

Pengabaian emosional masa kanak-kanak yang tidak dapat disembuhkan, kecuali berdamai dengan diri dan keadaan.

JawaPos.com - INFJ adalah salah satu kepribadian yang termasuk dalam 16 kepribadian MBTI atau Myers-Briggs Type Indicator. Sering disebut sebagai kepribadian yang langka, kepribadian INFJ dikatakan hanya ada sebesar 1 persen populasi seluruh dunia.

INFJ adalah kepribadian unik yang dikenal sebagai pribadi kreatif, sensitif, penuh empati, dan masih banyak lagi. Hal tersebut tentu tidak berlaku hanya ketika INFJ adalah seseorang yang dewasa.

INFJ sebagai anak kecil, tentu menyimpan berbagai keunikan yang harus diperhatikan orang tua demi berhasil dalam menemani tumbuh kembang mentalnya. Oleh karenanya, penting bagi orangtua dengan anak INFJ memperhatikan aspek-aspek kepribadiannya.

Dibahas soal kepribadian INFJ pada anak kecil dan aspek-aspek penting apa yang harus diperhatikan. Selanjutnya, artikel ini juga membahas bagaimana orangtua dari anak INFJ harus bersikap agar anak INFJ tidak tumbuh ke arah yang tidak diinginkan.

Bagaimana kepribadian INFJ sebagai seorang anak?

Pertama, kepribadian INFJ memiliki empati yang sangat besar terhadap orang-orang. Hal ini membuat mereka selalu berusaha keras untuk menyenangkan semua orang. Dilansir dari Psychological Junkie, anak dengan kepribadian INFJ memiliki pemahaman kuat terkait emosi orang lain.

Mereka sangat terpengaruh pada jenis emosi apapun mulai dari stres, kemarahan, konflik yang datang dari lingkungan sekolah maupun keluarga. Karena kepribadian yang sangat perasa itu, anak INFJ merasa memiliki tanggung jawab sosial untuk memperbaiki hubungan yang buruk.

Apabila tidak ditangani dengan baik, anak INFJ akan kewalahan dan terbebani akibat belum bisa mengelola rasa tanggung jawab ini dengan baik.

Kedua, anak dengan kepribadian INFJ adalah sosok yang independen. Meski begitu, mereka tetap membutuhkan dukungan secara aktif dari orangtua. Dilansir dari Personality Growth, kepribadian INFJ memiliki keinginan untuk independen yang kuat.

Apabila tidak ditangani dengan baik, beberapa orangtua bisa tidak terhubung dengan anak INFJ yeng menginginkan waktu seorang diri. Akan tetapi meski mereka independen, INFJ juga memerlukan dukungan.

Dilansir dari Personality Growth, mereka memiliki keinginan untuk diapresiasi bahkan ketika mereka tidak mengatakannya keras-keras. Hal ini bisa sangat menantang bagi orangtua yang memandang anak INFJ sebagai seseorang yang menyembunyikan sebagian besar dirinya yang sebenarnya.

Ketiga, anak dengan kepribadian INFJ punya kemauan kuat bahwa hidup berjalan sesuai nilai-nilai yang dipegangnya. Dunia yang sempurna bagi mereka adalah dunia dengan alur dan prinsip yang sejalan dengan dirinya.

Dilansir dari Psychology Junkie, anak dengan kepribadian INFJ bisa terjebak dalam kubangan idealisme mereka sendiri. Mereka menginginkan dunia yang sesuai dengan persepsi mereka secara sempurna.

Apabila mereka terlalu jatuh dalam pemahaman nilai-nilai yang dipegang, mereka bisa terluka ketika ada tujuan atau hidup yang tidak sesuai dengan nilai yang mereka pilih.

Penting untuk berhati-hati atas sifat idealisme mereka serta memastikan bahwa mereka tidak menerapkan tekanan pada diri mereka sendiri untuk mencapai suatu tujuan secara berlebihan.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore